News

Disabilitas dalam Islam, Begini Penjelasan Akademisi UIN Jakarta

Misi Islam itu membawa semangat egaliterianisme bahwa kedudukan manusia sama di mata Tuhan


Disabilitas dalam Islam, Begini Penjelasan Akademisi UIN Jakarta
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta

AKURAT.CO, Misi Islam secara teologis sangat ramah terhadap persoalan-persoalan disabilitas atau keterbatasan fisik dan non fisik seseorang. Misi Islam itu membawa semangat egaliterianisme bahwa kedudukan manusia sama di mata Tuhan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta Arief Subhan mengatakan bahwa ada tiga misi besar Agama Islam. Pertama, soal monoteisme. Yakni misi membebaskan manusia dari belenggu dari kekuatan-kekuatan selain Allah.

Kedua, misi egaliterianisme yakni mendudukkan manusia sederajat. Di hadapan Allah, semua manusia sama. Ketiga adalah misi keadilan. 

"Kita bisa mengerti Islam tidak membeda-bedakan perlakuan merujuk pada misi Islam di atas. Jadi penting ditegaskan bahwa Islam dengan tiga misi itu tidak membedakan," kata Arief program Bincang Hikmah, Rabu (21/4/2021).

Acara terselenggara atas kerjasama Akurat.co dan Prodi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (S2 KPI) FIDKOM UIN Jakarta dengan tema: Islam, Disabilitas, dan Perempuan.

Ketua Center for Student with Special Needs (CSSN) lebih menyampaikan, disabilitas secara sosiologis pada dasarnya berbicara soal realitas kehidupan.

"Kita menyadari, bicara disabilitas ini kita berbicara tentang 'Kita'. Karena disabilitas bisa disebabkan accident tertentu yang tidak dikehendaki,  bisa juga karena usia. Kalau kita sudah tua juga bisa disable. Kita bisa menggunakan kunci roda," tegas Arief.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu