News

Dirut PT Hanson Coal Energy Dicecar Kasus Penyelewenangan Dana Asabri

Dirut PT Hanson Coal Energy Dicecar Kasus Penyelewenangan Dana Asabri


Dirut PT Hanson Coal Energy Dicecar Kasus Penyelewenangan Dana Asabri
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung gencar mendalami kasus korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). 10 saksi kembali diperiksa penyidik, salah satunya Direktur Utama PT. Hanson Coal Energy.

Selain itu, penyidik Kejagung juga memeriksa sembikan saksi lain. Mereka adalah RM selaku Karyawan PT. Hanson International, Tbk, ASS selaku Direktur Utama PT. Pilarmas Investindo Sekuritas, MP selaku Staf Khusus Direksi PT Asabri (Persero), DL selaku Direktur Utama PT. Wanteg Sekuritas, RAK selaku Corporate Finance PT. Tricore Kapital Sarana & Dana Lingkar Kapital

Kemudian EWHS selaku Komisaris PT. Tricore Kapital Sarana, AK selaku Direktur PT. Indo Putra Khatulistiwa, RDN selaku Owner PT. RD Investment;l, BJ selaku Direktur Utama PT Kiwoom Sekuritas.

"Pemeriksaan para saksi masih seputar mengumpulkan fakta-fakta hukum terjadinya pidana," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (1/4/2021).

Sebelumnya penyidik juga memeriksa 13 saksi. Antara lain HE selaku Kadiv Investasi / Kadiv Manajemen Portofolio PT Asabri (persero) periode Agustus 2018 s/d Agustus 2020, MS selaku PT Henan Putihrai Asset Management, RD selaku Pelaksana Instruksi Trading PT Tricore Kapital Sarana & PT Dana Lingkar Kapital.

Kemudian SH selaku Istri Tersangka SW, FN selaku Direktur Utama PT Tricore Kapital Sarana & PT Dana Lingkar Sarana, S selaku Direktur PT Semesta Indovest Sekuritas, BH selaku Direktur Utama PT Buana Capital Sekuritas, LL selaku Pihak Swasta terkait Tersangka SW, SP selaku Pihak Swasta terkait Tersangka ARD, MRI selaku Anak Tersangka IWS, PH selaku Karyawan PT Vivaces Prabu Investama, JHT selaku Direktur Utama PT Ciptadana Sekuritas Asia dan IS selaku Direktur Keuangan PT Prima Jaringan.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan Sembilan tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012 – 2017), Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012 – 2015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

Penyidik juga telah melakukan penyitaan aset milik tersangka. Mulai dari mobil mewah, bus, kapal tanker hingga ratusan bidang tanah. Saat ini taksiran kerugian negaranya Rp23 triliun. []

Bayu Primanda

https://akurat.co