Ekonomi

Dirut PLN Jadi Tersangka, Serikat Pekerja: Menteri Rini Gagal dalam Proses Rekrutmen Direksi


Dirut PLN Jadi Tersangka, Serikat Pekerja: Menteri Rini Gagal dalam Proses Rekrutmen Direksi
Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Sofyan Basir (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penggeledahan rumahnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Pusat PLN, Jakarta, enin (16/7/2018). Sofyan, akan bersikap kooperatif dengan membantu KPK dengan memberikan sejumlah informasi terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 35.000 megawatt Riau-1 dengan tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Viralnya pemberitaan terkait status tersangka Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Tbk, Sofyan Basir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai sorotan dari warganet di dinding sosial media. Salah satunya dari Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN, Ahmad Yunus.

Dia menilai, pemerintahan gagal dalam memilih pemimpin yang diamanatkan untuk mengelola perusahaaan negara tersebut. Kegagalan itu tak lepas dari keputusan Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai pemimpin tertinggi yang menaungi seluruh perusahaan milik negara.

"Alhamdulillah Gusti... @pln_123 @KemenBUMN Anda gagal dalam proses rekruitmen direksi BUMN, coba hitung sudah berapadireksi BUMN yang jadi tersangka?," kicau @GusYunus melalui akun Twitternya, Selasa (23/4/2019).

Justru ada warganet yang merasa ada keterlibatan Rini dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 yang selama ini jadi persoalan. Apalagi ada pengakuan dari mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Saragih yang lebih dulu ditahan oleh KPK. Atas kesaksiannya itulah yang membuat dirut PLN ini ditahan.

"Penetapan tersangka kepada dirut PLN Sofyan Basir oleh KPK, harusnya menyeret menteri BUMN Rini Soemarno. Ingat skandal percakapan telepon antara Sofyan Basir dengan Rini Soemarno? Presiden baru terpilih, maka nama Rini Soemarno adalah nama selanjutnya ditetapkan tersangka KPK," ujar @do_ra_dong memprediksikan.

Tak hanya, keterlibatan Menteri BUMN saja, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga disangkutpautkan dalam proyek bermasalah tersebut. Maka tak heran, adanya penahanan SB sebagai tersangka korupsi tetap tak luput dari unsur politis.

"Selain soal skandal telepon antara Rini Soemarno dan SB dirut PLN. Nama Sofyan Basir juga menyenggol kekuatan Jusuf Kalla yang diketahui sangat terkait dalam satu jaringan. Apakah benar penetapan tersangka SB setelah pilpres, adalah pesan politik juga kepada JK yang dinilai berkhianat," katanya.

Hari ini, KPK telah menetapkan Dirut PLN Sofyan Basir sebagai tersangka. Sofyan Basir diduga membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo dalam proyek PLTU Riau-1.

Sebelumnya Sofyan Basir mengklaim penunjukan langsung pelaksana proyek tanpa tender dalam pembangunan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1 sudah sesuai aturan. Aturan yang dimaksud, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan. []