News

Dirjen Imigrasi Akui Harun Masiku Sudah di Indonesia Sejak 7 Januari, Saiful Mujani: Pejabat Publik Bohong


Dirjen Imigrasi Akui Harun Masiku Sudah di Indonesia Sejak 7 Januari, Saiful Mujani: Pejabat Publik Bohong
Dosen politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. (saifulmujani.com)

AKURAT.CO, Pengamat Poitik, Saiful Mujani turut menanggapi pengakuan Direktorat Jenderal Imigrasi mengenai keberadaan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku. Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie mengakui bahwa Harun sudah berada di Indonesia sejak 7 Januari 2020.

Harun Masiku merupakan orang yang diduga memberi suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan agar diloloskan sebagai Anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan harun sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi mengatakan bawah Harun bepergian ke luar negeri sejak 6 Januari 2020 dan belum kembali hingga beberapa hari setelah penangkapan Wahyu Setiawan pada tanggal 8 Januari 2020. Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly yang bersikeukuh bahwa Harun masih di luar negeri. 

Menurut Saiful Mujani, pernyataan Ditjen Imigrasi dan Menkumham Yasonna Laoly sebelumnya tersebut merupakan bentuk kebohongan yang dilakukan oleh pejabat publik. Ia mengatakan KPK dan Kemenkumham harus mempertanggungjawabkan hal itu. 

"Pejabat publik bohong. Meruntuhkan kepercayaan pada pemerintah dan penegak hukum. Minta pertanggung jawaban Komisioner KPK dan Kementrian Kumham," kata Saiful Mujani melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (22/1/2020).

Sebelumnya, Politisi Partai Demokrat, Taufiqurrahman mengapresiasi Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie yang telah mengakui secara terbuka bahwa harun Masiku sudah berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020. Hal ini sesuai dengan pengakun istri Harun, Hildawati Jamrin. 

"Ok good pak Ronie anda jujur saya salut," kata Taufiq melalui Twitter pribadinya.

Lebih lanjut, Taufiq juga berharap agar PDIP dan para politisinya yang ada Eksekutif maupun Legislatif juga jujur mengenai keberadaan Harun saat ini. 

"Harapan saya PDIP dan para petugas partainya yang jadi DPR, Menteri, Presiden dll juga jujur dalam mengungkap kasus ini, gak perlu pake cara playing victim deh, basi tau gak! rakyat dah pinter menilai kok saat ini," kata Taufiq. 

Lantaran keberadaannya yang masih misterius, hingga hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum sempat melakukan pemeriksaan terhadap Harun. Padahal, ia telah ditetapkan sebagai tersangka bebera saat setelah KPK menangkap Wahyu. Harun disebut-sebut telah menyerahkan uang suap sebesar Rp600 juta kepada Wahyu melalui orang kepercayaannya. Nilai yang disepakati antara Harun dan Wahyu yaitu Rp600 juta.