Rahmah

Direktur PD Pontren Kemenag Sebut Dana Covid-19 Hanya 70 Persen dari Jumlah Pesantren

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 triliun untuk pesantren


Direktur PD Pontren Kemenag Sebut Dana Covid-19 Hanya 70 Persen dari Jumlah Pesantren
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur dalam webinar PPIM UIN Jakarta “Pesantren dan Pandemi: Bertahan Di Tengah Kerentanan”, Rabu (19/1/2022). (YouTube PPIM UIN Jakarta)

AKURAT.CO  Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan dukungan United Nations Development Program (UNDP) menyelenggarakan webinar berjudul “Pesantren dan Pandemi: Bertahan Di Tengah Kerentanan”, Rabu (19/1/2022).

Webinar ini merupakan kegiatan peluncuran dengan tujuan mendiseminasikan hasil penelitian yang berjudul “Dampak dan Ketahanan Institusi Pendidikan Lanjutan Tingkat Atas di Pesantren saat Krisis Pandemi COVID-19: Studi 15 Pesantren wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat”.

Turut hadir dalam acara ini Prof Ismatu Ropi, Ph D (Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta), drg Laifa Annisa Hendarmin, Ph D (Koordinator Penelitian Pesantren dan Pandemi) dan Dr Ida Rosyidah, MA (Peneliti PPIM UIN Jakarta). Sedangkan sebagai narasumber yaitu, Dr Waryono Abdul Ghafur, M Ag (Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama RI), Prof Yayi Suryo Prabandari, Ph D (Kepala Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, UGM), Dr Ace Hasan Syadzily, M Si (Dewan Perwakilan Rakyat - RI Komisi VIII), Dr Nur Rofiah, Bil. Uzm (Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta) dan Gus Romzi Ahmad (Asisten Staf Khusus Presiden Republik Indonesia).

baca juga:

Dalam paparannya, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur mengatakan, pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pesantren, telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 triliun.

Namun menurutnya, bantuan tersebut masih sangat kurang bila dibandingkan dengan banyaknya jumlah pesantren di Indonesia. Di mana, saat ini bantuan hanya dibagikan kepada 70% pesantren saja.

"2,5 triliun harus dibagikan untuk 28.000 lebih pesantren di tahun 2020. Lah ternyata begitu dibagikan belum semua mendapatkan, dan yang mendapatkan pun ternyata juga tidak signifikan," ujarnya.

"Seperti pesantren besar maksimal hanya mendapat 50 juta. Padahal santrinya mencapai 35.000," imbuhnya.

Apalagi pada tahun 2021 kemarin, yang menurut Waryono tidak ada bantuan yang masif seperti tahun 2020 dari pemerintah.

Waryono lalu menjelaskan, pesantren pada awal terjadinya pandemi Covid-19 mendapat respon yang cukup panik. Karena prokes yang mensyaratkan agar santri menjaga jarak dalam beraktivitas. 

Kemudian tidak memperbolehkan keluar-masuk orang selain pesantren, tetapi tidak semua pesantren yang tenaga pendidiknya dari dalam pesantren.

"Ini juga problem karena informasi dari para ahli kan Covid-19 ini dibawa oleh mobilitas orang gitu ya sehingga agak sulit menghindari," ungkapnya.

Meskipun begitu, Waryono menyampaikan, pada tahun 2020, dari 28.000 data pesantren, hanya 70 pesantren saja melaporkan terkena dampak Covid-19. Dari angka tersebut, kurang lebih 4.400 santri terpapar virus Covid-19. 

Dan yang cukup menarik, angka penularan Covid-19 di pesantren paling banyak terjadi di Jawa Barat, disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan di DKI Jakarta dan Banten angkanya relatif sedikit.

"Ini boleh jadi terkait dengan ketersediaan infrastruktur pesantren sekaligus kuota santri yang ada di pesantren tersebut," katanya.

Artinya, meskipun infrastruktur pesantren terbatas, justru pesantren yang terdampak adalah dari pesantren modern.

Terkait soal SKB Empat Menteri, menurut Waryono, Kementerian Agama dan juga Kementrian lain membendung arus Covid-19 salah satunya di pesantren melalui SKB tersebut. Maka dari itu, pihaknya menyatakan telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk membentuk gugus tugas.

"Ini juga bagian dari cara pemerintah untuk membendung arus Covid-19 di pesantren," jelasnya.

Karena itu, Waryono mengungkapkan, tingkat ketaatan pesantren untuk membuat satgas menurut Kemenkes mencapai 95%.

"Artinya pesantren-pesantren memiliki satgas Covid-19 dan itu juga saya buktikan sendiri," tuturnya.

"SKB juga perlu sebagai parameter sejauh mana pesantren itu mengikuti protokol kesehatan," imbuhnya. []