Rahmah

Direktur PD Pontren Kemenag RI Sebut Vaksinasi di Lingkungan Pesantren Masih Rendah 

Pandemi Covid-19 telah berdampak kepada semua elemen masyarakat, salah satunya di lingkungan pondok pesantren.


Direktur PD Pontren Kemenag RI Sebut Vaksinasi di Lingkungan Pesantren Masih Rendah 
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Prof Dr H Waryono (Kemenag.go.id)

AKURAT.CO  Kita semua tahu bahwa Pandemi Covid-19 telah berdampak kepada semua elemen masyarakat, salah satunya di lingkungan pondok pesantren. Menanggapi hal itu, Pemerintah Indonesia telah menyalurkan bantuan agar pesantren tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Prof Dr H Waryono mengatakan, dalam pelaksanaannya, bantuan yang disalurkan pemerintah kepada pondok pesantren kurang memadai. Karena problem di pesantren bukan hanya masalah kapasitas ruangan, tetapi juga bagaimana pesantren tetap melaksanakan protokol kesehatan secara konsisten. Hal itu disampaikannya dalam acara Webinar Nasional Hari Santri yang disiarkan langsung oleh channel YouTube TVNU, Rabu (27/10/2021).

Waryono menegaskan, pada bulan April 2021, banyak pesantren yang memulangkan para santrinya. Salah satunya adalah karena kurangnya kapasitas ruangan pondok pesantren untuk menampung santri secara normal. Meskipun tidak semua pesantren di Indonesia pada saat itu memulangkan para santrinya. Dengan kata lain, sejumlah pondok pesantren di Indonesia masih dapat melakukan pembelajaran seperti sebelumnya walupun secara terbatas.

Lebih lanjut lagi, Waryono menyebut dari 28.000 pesantren di Indonesia, terdapat klaster penularan Covid-19, khususnya di wilayah Jawa Timur. Karena Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki jumlah santri yang paling banyak.

Dengan begitu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan yaitu dengan membentuk satgas-satgas Covid-19 di lingkungan pesantren sebagai syarat untuk melakukan pembelajaran. Sehingga pihaknya menyebut sudah ada 95% pesantren di Indonesia memiliki satgas Covid-19.

"Bahkan dalam perkembangannya, saya mendapati pesantren-pesantren yang dapat menjalankan ini, itu dapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan," ujar Waryono.

Akan tetapi, Waryono menjelaskan terdapat hambatan-hambatan dalam proses belajar mengajar di lingkungan pesantren. Pertama, kurangnya sarana dan prasarana. Kedua, alat-alat kesehatan yang harganya tidak murah. Ketiga, akses  kesehatan tidak selalu dekat dengan lokasi pesantren. 

Waryono juga memaparkan terdapat hambatan eksternal yaitu rendahnya vaksinasi Covid-19 di lingkungan pesantren. Sehingga pihaknya menyebut saat ini sudah berkerjasama dengan beberapa pihak untuk memaksimalkan program vaksinasi Covid-19 di lingkungan pesantren. []