News

Kasus Asabri, Direktur Keuangan PT Rimo Internasional Lestari Diperiksa Kejagung

Kejaksaan Agung kembali menetapkan 10 tersangka Manajer Investasi


Kasus Asabri, Direktur Keuangan PT Rimo Internasional Lestari Diperiksa Kejagung
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung kembali memeriksa saksi terkait Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT. ASABRI (Persero).

Saksi yang diperiksa HS selaku Direktur Keuangan PT. Rimo Internasional Lestari, Tbk. Ia diperiksa terkait pendalaman keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

"Saksi digali terkait pendalaman keterlibatan pihak lain," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Kamis (29/7/2021) malam.

Pada Selasa (27/7/2021) penyidik memeriksa dua saksi yang diperiksa antara lain CM selaku Sekretaris PT RIMO dan MH selaku Tim Saham BTS (Benny Tjokro).

Leo mengatakan, tim penyidik kasus PT Asabri masih terus menggali keterangan saksi karena diduga mengetahui rasuah ini. Sehingga fakta hukum dalam perkara ini kian terang.

"Apa yang saksi dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019," kata Leo.

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali menetapkan 10 tersangka Manajer Investasi dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh PT. ASABRI.

"Penetapan tersangka terhadap manajer investasi berdasarkan gelar perkara (ekspose) yang diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap pengurus manajer investasi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkun) Kejaksaan Agung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

10 manajer investasi tersebut adalah PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM,  PT ARK, PT  OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC.

Leo mengatakan, saat dilakukan gelar perkara, penyidik menemukan fakta Reksadana yang dikelola manajer investasi yang pada pokoknya tidak dilakukan secara profesional serta independen karena dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pihak pengendali tersebut.

Sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara yang digunakan/dimanfaatkan oleh manajer investasi.

"Perbuatan manajer investasi tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan tentang pasar modal dan fungsi-fungsi manajer Investasi serta peraturan lainnya yang terkait, dan mengakibatkan kerugian keuangan negara pada PT Asabri sebesar Rp22.78 triliun," ujarnya.

Kesepuluh manajer investasi tersebut dijerat dengan Pasal 2 juncto Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001, Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. []