Ekonomi

Direksi Baru KFD Pastikan Layanan Tes Cepat Antigen Sesuai Prosedur

Direksi baru KFD memastikan alat tes cepat antigen covid-19 secara profesional, sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan aturan yang berlaku


Direksi Baru KFD Pastikan Layanan Tes Cepat Antigen Sesuai Prosedur
Barang bukti berupa ratusan alat rapid test antigen bekas yang diduga didaur ulang oleh petugas kesehatan di di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Twitter/@kurawa)

AKURAT.CO, Plt Direktur Utama dan Plt Direktur PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Abdul Azis langsung melakukan pembenahan internal secara menyeluruh termasuk dalam pelayanan pengujian COVID-19 dengan alat tes cepat antigen secara profesional, sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan aturan yang berlaku.

Pembenahan menyeluruh itu dilakukan setelah Kementerian BUMN mengganti seluruh direksi lama KFD, menyusul terungkapnya kasus daur ulang alat rapid test antigen di Medan, Sumatera Utara.

Agus menegaskan selain penyegaran manajemen, internal perusahaan juga memastikan seluruh klinik dan laboratorium KFD di seluruh Indonesia sudah memenuhi dan menjalankan SOP. Menurutnya, tindakan penyegaran manajemen KFD sebagai salah satu langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja secara menyeluruh.

"Kami sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut KFD diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan citra KFD dalam memberikan layanan klinik dan laboratorium sesuai dengan SOP dan GCG (good corporate governance) PT Kimia Farma Diagnostika," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Dia menegaskan bahwa pelayanan rapid test antigen kini sudah dipastikan sesuai dengan SOP dan dilakukan secara profesional sesuai dengan seluruh aturan yang berlaku. Bahkan, banyak branch manager yang dilakukan inspeksi mendadak oleh instansi terkait seperti aparat kepolisian, dinas kesehatan, dan dinas lainnya di daerah. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran apapun dalam pelayanan rapid test antigen.

Langkah lainnya berupa penguatan sistem layanan dan supporting dengan mengedepankan aplikasi digital dan cashless. KFD juga mengaudit sistem pengawasan internal (SPI) yang digelar ke seluruh wilayah Indonesia serta penempatan petugas pengawas mutu di setiap branch manager dan outlet KFD.

Sebelum muncul kasus daur ulang alat rapid test antigen di Medan, Sumatera Utara pada akhir April 2021, tidak banyak orang mengenal KFD. Publik lebih tertuju langsung kepada PT Kimia Farma Tbk sebagai induk usahanya. Padahal, layanan rapid test antigen dijalankan KFD.

Cucu usaha PT Kimia Farma dan anak usaha PT Kimia Farma Apotek ini menyediakan layanan kesehatan yang terintegrasi meliputi layanan farmasi (apotek), klinik kesehatan, laboratorium klinik dan optik. Pelayanan pengujian COVID-19 dengan alat tes antigen dijalankan KFD.

Kasus daur ulang alat rapid test antigen yang dilakukan oleh oknum di Medan telah ditangani melalui jalur hukum oleh aparat kepolisian. Tidak hanya melalui jalur hukum, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai wakil pemegang saham di Kimia Farma juga langsung merombak direksi PT Kimia Farma Diagnostika pada 11 Mei 2021.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co