Ekonomi

Diramal Alami Perbaikan 2022, Ekonomi Indonesia Bergantung Pada Kebijakan Pemerintah

Indonesia diperkirakan akan mengalami perbaikan ekonomi pada tahun 2022 setelah mengalami pertumbuhan negatif di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19

Diramal Alami Perbaikan 2022, Ekonomi Indonesia Bergantung Pada Kebijakan Pemerintah
Pertumbuhan ekonomi (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indonesia diperkirakan akan mengalami perbaikan ekonomi pada tahun 2022 setelah mengalami pertumbuhan negatif di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Menurut Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada tahun 2022 dan ekonomi dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 4,4%.

" Tentunya pergerakan positif ini sangat rentan terhadap risiko terjadinya gelombang infeksi Covid-19 selanjutnya dan bergantung pada kebijakan pemerintah sebagai bentuk tindakan pengaman (safeguard) terhadap risiko tersebut, " tutur Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono melalui keterangannya beberapa waktu lalu.

Maka untuk memastikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia terus bergerak menuju pemulihan, diperlukan sinergi serta strategi yang didukung oleh kebijakan kesehatan, moneter, dan fiskal berkesinambungan, agar seluruh pihak dapat melangkah bersama mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia dengan penuh harapan baru. Setelah lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 menyebabkan dampak negatif yang signifikan terhadap hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, perlahan-lahan kondisi perekonomian Indonesia dan dunia mulai menunjukkan tanda pemulihan.

baca juga:

Hal ini terlihat dari inisiatif pemerintah di berbagai negara dalam menerapkan kebijakan dan protokol kesehatan yang dapat mendukung jalannya kembali aktivitas masyarakat secara aman.

" Kebangkitan kembali sektor-sektor industri terdampak pandemi dan pemulihan kondisi ekonomi akan sangat bergantung kepada efektivitas kebijakan yang diterapkan oleh masing-masing negara, serta dapat menyebabkan pemulihan perekonomian global tidak merata antar satu negara dengan negara lain, " terangnya.

Menurutnya acara CEO Networking 2021 ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, wawasan, dan memberikan optimisme kepada para peserta dari stakeholders pasar modal Indonesia untuk bersinergi dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang akan berdampak positif pada iklim bisnis dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

" Acara ini juga diharapkan dapat membantu CEO serta pelaku bisnis dalam mengatur strategi ke depannya, sekaligus bersinergi untuk memanfaatkan peluang yang ada di tengah tantangan ekonomi, baik dalam maupun luar negeri demi mendukung kegiatan usaha perusahaan dan secara berkesinambungan mendukung kemajuan pasar modal Indonesia, " pungkasnya.

Sekadar informasi, acara CEO Networking 2021 dibuka dengan laporan kegiatan oleh Direktur Utama BEI Inarno Djajadi. Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menyampaikan Keynote Speech bertemakan “Langkah Strategis Pemerintah untuk Pemulihan Perekonomian Indonesia serta Penanganan Usaha dan Investasi dalam Pandemi Covid-19”.

Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materiyang menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati dengan tema “Outlook Indonesia Tahun 2022 dan Peranan APBN dalam Pemulihan Perekonomian Indonesia”, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dengan tema “Strategi Penguatan Stabilitas Industri Jasa Keuangan dalam Pemulihan Perekonomian Indonesia”.