News

Diplomat Topnya Sebut Anak Muda Kena 'Sindrom Greta', Komisi Eropa Minta Maaf


Diplomat Topnya Sebut Anak Muda Kena 'Sindrom Greta', Komisi Eropa Minta Maaf
Josep Borrell (AFP)

AKURAT.CO, Senin (10/2) kemarin, Komisi Eropa lagi-lagi harus menyatakan permintaan maafnya terkait dengan 'celotehan' kepala kebijakan luar negerinya, Josep Borrell. Pasalnya, Borrell telah membuat gempar publik setelah mengklaim gerakan perlawanan iklim yang dilancarkan oleh kalangan anak muda hanyalah imbas dari 'sindrom Greta'.

Dilansir dari Reuters pada Selasa (11/2), ucapan keraguan Borrell kepada komitmen anak muda pada perubahan iklim tersebut diketahui dilontarkan Borrell saat berada di Brussel pada Rabu (5/2) pekan lalu. Menyebut sedang terkena 'sindrom Greta', Borrell pun serius mempertanyakan ketulusan serta keterlibatan kalangan muda untuk mengatakan perubahan iklim global.

Tidak hanya itu, dalam pernyataannya, Borrell bahkan mempertanyakan apakan kaum muda siap untuk mengubah gaya hidup mereka untuk membantu mengimbangi para penambang serta orang lain yang paling akan terkena dampak oleh upaya pengurangan emisi karbon.

"Tidak masalah untuk menunjukkan perubahan iklim selama Anda tidak diminta berkontribusi untuk membayarnya," ujar Borrell sembari menyebut sindrom yang mengacu pada aktivis iklim remaja asal Swedia, Greta Thunberg.

Sontak setelah mengucapkan pernyataannya tersebut, Borrell menjadi bulan-bulanan, terutama dari para pengguna media sosial. Menerima banyak tekanan, sosialis Spanyol ini pun akhirnya meminta maaf kepada berbagai pihak yang mungkin telah merasa keberatan dengan pernyataannya.

"Saya ingin meminta maaf kepada siapa pun yang mungkin merasa tersinggung oleh referensi tidak pantas saya untuk gerakan pemuda penting yang tengah memperjuangkan #climatechange," tulis Borrell melalui akun Twitternya.

Namun, agaknya permintaan maaf yang diucapkan Borrell pada Sabtu (8/2) lalu itu belum juga mempan. Pasalnya, Borrell masih saja menghadapi lebih banyak kritik di media sosial, bahkan dari para jurnalis.

Hal ini yang kemudian mendorong juru bicara Komisi Eropa untuk mengulangi permintaan maaf Borrell seraya menggambarkan bahwa pernyataan diplomat topnya tersebut sebagai 'sesuatu yang tidak pantas'.

"Kami berharap dengan twit (milik Borrell itu), situasinya sudah diperjelas," ucap juru bicara Komisi Eropa, Dana Spinant sembari menambahkan bahwa semua komisioner mendukung aktivis muda yang terlibat untuk mengurangi dampak perubahan iklim.[]