News

Dipicu Kematian Mahsa Amini, Protes Hak-hak Sipil Iran Mengglobal

Dipicu Kematian Mahsa Amini, Protes Hak-hak Sipil Iran Mengglobal
Para pengunjuk rasa di Roma pada Sabtu (1/10) memegang spanduk bertuliskan 'Wanita, Kehidupan, Kebebasan' (Alessandra Tarantino/AP)

AKURAT.CO Demonstrasi hak-hak sipil Iran yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Protes pun ikut pecah di berbagai negara, dengan aksi solidaritas massal ramai serentak digelar pada Sabtu (1/10). 

Sebagaimana diwartakan The Guardian, demonstrasi dengan slogan 'Perempuan, Kehidupan, dan Kebebasan' meletus di banyak kota besar di dunia. Di antaranya termasuk Auckland, London, Melbourne, New York, Paris, Roma, Seoul, Stockholm, Sydney, hingga Zurich.

Upaya untuk menuntut kebebasan yang lebih luas juga sedang dilakukan di Iran pada Sabtu. Seruan nasional terhadap pemerintah pun terus dilancarkan, terutama di kota-kota Kurdi di negara itu. Warga yang sudah marah dengan keotoriteran bahkan sampai mempromosikan penolakan untuk membayar pajak kepada pemerintah.

baca juga:

Kemarahan publik berkobar setelah Amini, seorang wanita Kurdi berusia 22 tahun, meninggal dalam tahanan. Ia wafat di rumah sakit pada 16 September, tiga hari setelah penangkapannya karena diduga melanggar aturan ketat Iran tentang jilbab atau 'pakaian yang pantas'.

Protes Hak-hak Sipil Iran Mengglobal, Pasukan Keamanan dalam Negeri Malah Tembaki Warga yang Salat Jumat - Foto 1
 Para pengunjuk rasa menggelar aksi  solidaritas di Sydney, Australia, pada Sabtu (1/10)-Rounak Amini/AAP

Insiden protes yang tampaknya paling keras, sementara itu, telah meletus di Iran. Sebanyak 40 orang dilaporkan tewas secara  massal setelah protes dipicu oleh kabar bahwa seorang polisi telah memerkosa seorang wanita. 

Pejabat keamanan kemudian mengeklaim bahwa situasi telah dikendalikan di Kota Zahedan, di Provinsi Sistan dan Baluchestan di Iran timur. Laporan menunjukkan polisi menembaki warga sipil selama salat Jumat.

Rumah sakit setempat dibanjiri dengan orang-orang yang terluka, dengan sebuah kantor polisi dibakar dalam kerusuhan yang berlanjut semalaman.

Komandan unit intelijen lokal dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan tewas. Sumber resmi pemerintah Iran telah mengonfirmasi hal ini.

Video di media sosial memperlihatkan situasi ricuh, dengan mobil pemadam kebakaran, terminal bus, dan bank terbakar.