News

Diperlakukan Tidak Adil, Nakes Gelar Unjuk Rasa di Depan Istana

Diperlakukan Tidak Adil, Nakes Gelar Unjuk Rasa di Depan Istana
Petugas membawa botol vaksin COVID-19 sebelum menyuntikkan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (28/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Dewan Pengurus Nasional Forum Komunikasi Nakes dan Non Nakes Indonesia (DPN FKHN Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara. Aksi tersebut adalah bentuk dari keprihatinan DPN FKHN Indonesia atas nasib tenaga kesehatan (Nakes) yang diperlakukan tidak adil oleh negara.

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat menilai adalah hal yang wajar jika para tenaga Nakes ini protes akan nasib kesejahteraannya. Karena para nakes ini adalah pahlawan ketika Covid 19 terjadi. 

"Mereka garda terdepan ketika wabah Covid 19 nyaris melumpuhkan kehidupan bangsa ini. Mereka bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk menghadapi Covid 19. Tetapi Kesejahteraan mereka jauh dari cukup bahkan ada yang digaji Rp800.000 sebulan," kata dia dalam keteranganya, Sabtu (24/9/2024). 

baca juga:

Lebih lanjut, Achmad mengatakan tuntutan terhadap hak mereka yang selama ini di anak tirikan oleh oleh pemerintah.

"Para Nakes ini membandingkan nasib mereka dengan pegawai pegawai BUMN. Yang memiliki gaji yang besar. Sehingga para Nakes ini merasa keberadaan mereka dianggap anak tiri oleh negara tidak seperti pegawai BUMN yang seolah dianggap sebagai anak kandung bahkan anak kesayangan oleh negara," katanya. 

Aksi yang dilakukan oleh ratusan orang tersebut dilakukan dalam kondisi hujan lebat. Meskipun hujan lebat massa aksi tetap melanjutkan aksinya menyuarakan suara nakes se-Indonesia yang kesejahteraannya tidak diperhatikan oleh Negara. 

Masih banyak tenaga tenaga Nakes di daerah - daerah yang digaji Rp800.000 sebulan bahkan ada yang hanya Rp200.000 sebulan. Berbeda sekali dengan apa yang diterima pegawai pegawai BUMN yang kerjanya enak di ruangan ber AC dan mendapat gaji yang besar jutaan rupiah setiap bulannya. 

Demo kali ini mereka menyampaikan tuntutan kepada presiden yang disampaikan kepada kantor Kepala Staf Kepresidenan agar Presiden memperhatikan  kesejahteraan para tenaga Nakes ini yang sudah mempertaruhkan nyawanya untuk menolong masyarakat yang sakit tetapi tidak mendapat perhatian oleh Negara. Mereka berharap para nakes ini diperhatikan kesejahteraannya dan diangkat menjadi ASN. []