Ekonomi

Dipercaya Jadi Juru Selamat UMKM, Ternyata Ini 'Kekuatan' Digitalisasi

Strategi yang dapat dilakukan UMKM agar tetap hidup adalah dengan bergabung ke dalam marketplace atau berjualan dan memasarkan produknya secara digital.


Dipercaya Jadi Juru Selamat UMKM, Ternyata Ini 'Kekuatan' Digitalisasi
Pekerja mereparasi gitar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (12/7/2020). Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan sebanyak 4,8 juta UMKM bisa mendapatkan dana stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dialokasikan Rp1 triliun. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang besarannya di luar target penyaluran pinjaman LPDB-KUMKM pada 2020 sebesar Rp1,85 triliun yang telah dialokasikan sebelumnya. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar Kementerian Koperasi dan UKM, Fixy menyampaikan bahwasanya dampak pandemi Covid-19 yang dihadapi UMKM saat ini sangat signifikan, terutama pada saat diberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat.

Dimana dampak dari kebijakan tersebut faktanya mampu memicu penurunan permintaan terhadap produk barang dan jasa sehingga pada akhirnya mengakibatkan penurunan penjualan serta menurunnya pendapatan UMKM. Oleh karena itu salah satu cara agar para pelaku usaha ini tetap hidup meski pandemi Covid 19 di Indonesia tetap berlangsung adalah melalui digitalisasi.

"Kalau tidak ada Covid-19, digitalisasi mungkin akan membutuhkan waktu hingga 10 tahun baru kita bisa mencoba menyamai negara-negara lain yang sudah berdigitalisasi duluan, namun dengan adanya pandemi, terpaksalah para pelaku usaha UMKM ini harus beralih ke marketplace, platform ataupun e-commerce, agar usahanya itu tetap berjalan," ucapnya di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Maka dengan itu, lanjutnya, strategi yang dapat dilakukan UMKM agar tetap hidup adalah dengan bergabung ke dalam marketplace atau berjualan dan memasarkan produknya secara digital melalui platform e-commerce.

"Apalagi dengan jumlah millenial serta bonus demografi di tahun yang akan datang ini merupakan salah satu keniscayaan dimana mereka sangat familiar sekali dengan digital," ucapnya.

Jika kita mengacu kepada data yang diperoleh tercatat nilai transaksi e-commerce pada periode 2019-2020 lalu secara year-on-year meningkat 29,6%, dan pada kuartal I-2021 Bank Indonesia mencatat data transaksi e-commerce besar mencapai 548 juta dengan nilai Rp88 triliun, masing-masing meningkat 99% dan 52% secara year-on-year, 

Walaupun telah banyak UMKM yang tergabung dalam ekosistem digital, namun masih banyak lagi yang perlu terus didorong. Oleh karna itu salah satu tantangan utama dalam mendorong digitalisasi UMKM adalah dari aspek SDM terkait literasi digital serta aspek produk seperti kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan serta konsistensi dalam menjaga kualitas.

"Jadi PR kita saat ini adalah bagaimana caranya kita membimbing para UMKM ini bisa cepat naik kelas kemudian bisa bertransformasi yang tadinya masih di Informal bisa masuk ke sektor formal, oleh karna itu dengan adanya transformasi digital serta peralihan informal ke formal," ucapnya. 

Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyampaikan dalam rangka meningkatan literasi digital UMKM, pihaknya saat ini telah mengembangkan media pembelajaran online, yaitu EDUKUKM.id, yang dapat diakses UMKM secara luas.