Ekonomi

Dipekerjakan Tak Manusiawi, Sepuluh TKI Dipulangkan Sepanjang 2018  


Dipekerjakan Tak Manusiawi, Sepuluh TKI Dipulangkan Sepanjang 2018   
Ilustrasi Pekerja Migran/TKI (MIGRANCARE.NET)

AKURAT.CO DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Perubahan Cianjur, Jawa Barat, sepanjang 2018 telah memulangkan sepuluh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) karena berbagai kasus dipekerjakan secara tidak manusiawi.

Ketua DPC Astakira Perubahan Cianjur, Ali Hildan di Cianjur, Selasa mengatakan dari sepuluh kasus tersebut, tujuh diantaranya terkait masalah pengurusan gaji, perlakuan kasar dari majikan hingga kecelakaan kerja.

"Sedangkan tiga kasus lainnya terkait buruh lokal yang mengalami penyekapan di pabrik. Semuanya berhasil diselesaikan, terutama TKI yang mengalami kecelakaan kerja, urusan upah dan penganiayaan," katanya yang dilansir dari Antara (15/1).

baca juga:

Sedangkan awal tahun, pihaknya sudah mendapatkan dua laporan kasus tenaga kerja, satu diantaranya TKI yang diperlakukan kasar, tidak diberi upah dan diperlakukan tidak manusiawi, kasus lainnya terkait dugaan trafficking.

"TKI yang diperlakukan tidak manusiawi sudah kami advokasi dan dalam proses pemulangan, kami berkordinasi dengan berbagai pihak di pusat dan keduataan di luar negeri," katanya.

Sedangkan untuk meminimalisir warga Cianjur kembali berangkat mengadu nasib keluar negeri, pihaknya tengah menjalankan program pembentukan dan pembinaan kelompok usaha TKI Purna.

"Ini salah satu cara untuk mengakomodir TKI purna agar tidak berangkat kembali sehingga kami memfasilitasi mereka untuk menjadi wirausaha dan memiliki penghasilan dinegeri sendiri," katanya.

Hingga saat ini, sudah lima kelompok usaha yang dibina dan berjalan secara bertahap bahkan ada yang sudah dapat menarik pasar serta menambah karyawan. "Para peserta sebagian besar mantan TKI yang tidak mau lagi kembali bekerja keluar negeri dan memilih membangun usaha bersama mantan TKI lainnya. Berbagai bidang usaha sudah berjalan dan berkembang," katanya.

Pihaknya menargetkan tahun ini, akan mengadakan sosialisasi dan penyuluhan ke desa tentang pencegahan penanggulang Human Trafficking yang nantinya bekerjasama dengan intansi terkait.[]

Sumber: Antara