News

Dinobatkan Jadi Presiden Miskin Pertama Peru,  Begini 5 Fakta Menarik Pedro Castillo

Sang campesino dilantik menjadi presiden hari ini


Dinobatkan Jadi Presiden Miskin Pertama Peru,  Begini 5 Fakta Menarik Pedro Castillo
Pedro Castillo yang seorang guru sekolah dasar pedesaan tidak menyangka akan memenangkan pemilihan (Martin Mejia/AP Photo)

AKURAT.CO, Hari ini, Rabu (28/7), Pedro Castillo disumpah menjadi presiden Peru. Castillo, guru sekolah dasar di pedesaan dan berasal dari keluarga petani miskin, dilantik menjadi presiden setelah dinyatakan menang dalam putaran kedua Pilpres Peru yang penuh gejolak.

Castillo terpilih usai mengalahkan politisi elit sayap kanan, Keiko Fujimori yang maju menjadi presiden untuk ketiga kalinya. Kemenangan Castillo atas Fujimori tidak hanya disambut antusias oleh warga Peru dari kalangan miskin, tetapi juga dunia.  Berbagai media internasional langsung berbondong-bondong memberitakan kehidupan sederhana Castillo di salah satu distrik termiskin di Peru, Chugur.

Castillo memang masih akan dihadapkan pada banyak tantangan dari oposisi, tetapi kemenangannya tetap menjadi sejarah tersendiri. Mengingat untuk pertama kalinya, seorang 'campesino' atau petani bisa menjadi pemimpin di Peru.

Lalu siapa sebenarnya Castillo dan bagaimana perjalanannya hingga bisa menjadi orang nomor satu di Peru?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 fakta menarik Presiden Peru baru Pedro Castillo.

1. Lahir dari keluarga miskin dengan orang tua buta huruf

Dinobatkan Jadi Presiden Miskin Pertama Peru,  5 Fakta Menarik Pedro Castillo - Foto 1
 MORGANA VARGAS LLOSA

Tidak bisa dipungkiri jika kemenangan Castillo sebagai presiden ikut dipengaruhi oleh latar belakang kehidupannya yang kontras dari para pendahulunya. Castillo memang bernasib sama seperti kebanyakan warga Peru yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Castillo lahir pada 19 Oktober 1969 dari keluarga miskin di kota Puna, Departemen Cajamarca. Sementara diketahui, Cajamarca adalah lokasi tambang emas terbesar di Amerika Selatan, tetapi wilayah itu tetap menjadi salah satu daerah termiskin di Peru.

Ayah dan ibu Castillo adalah petani buta huruf. Dia anak ketiga dari sembilan bersaudara. Sejak kecil, Castillo dan keluarganya terbiasa hidup susah. Ayahnya, Ireno Castillo bahkan pernah menjadi pelayan hingga bertugas membawa sepatu bot milik pemilik tanah tempat mereka tinggal.

Selain itu, ayah Castillo juga kerap diancam pemilik tanah jika ia gagal membayar sewa tanah. Jika sewa tidak dibayar, pemilik tanah akan menyimpan hasil panen terbaik dari keluarga Castillo.

Sementara ayahnya ditekan, Castillo berjuang menyeimbangkan sekolahnya dengan pekerjaan pertanian di rumah. Saat pergi maupun pulang sekolah, Castillo berjalan di sepanjang jalur tebing curam selama dua jam. Inilah yang sempat membuat ayahnya mendesak Castillo untuk putus sekolah dasar.

Namun, kondisi keluarganya yang miskin tersebut tidak lantas membuat Castillo patah semangat. Berbagai pekerjaan sampingan pun sempat dilakukan Castillo demi membiayai studinya. Diantaranya  termasuk menjual koran, menjajakan es krim hingga membersihkan toilet hotel di ibukota.

Tak hanya itu, saat remaja, Castillo dan ayahnya juga sempat bekerja di perkebunan kopi di wilayah Amazon. Saat bekerja itu, keduanya biasa berjalan hingga 140 kilometer selama dua sampai tiga hari.

Berkat kerja kerasnya itu, Castillo pun akhirnya mampu meraih gelar master dalam Psikologi Pendidikan dari Universitas Cesar Vallejo.

2. Jadi guru bergaji rendah hingga jadi pemimpin serikat guru  

Dinobatkan Jadi Presiden Miskin Pertama Peru,  5 Fakta Menarik Pedro Castillo - Foto 2
 Public Reading Rooms

Sejak 1995, Castillo bekerja sebagai guru sekolah dasar dan kepala sekolah di School 10465 di kota Puna. Menurut Castillo, masyarakat membangun sekolah itu secara mandiri karena tidak menerima bantuan dari pemerintah.

Hidup sebagai guru di daerah pinggiran yang tidak diperhatikan pemerintah, Castillo pun hanya bisa menerima gaji rendah. Kendati demikian, status sebagai guru sangat dihormati dan berpengaruh di daerah pedesaan Peru. Inilah yang kemudian mengantarkan Castillo aktif di organisasi serikat guru. 

Melalui serikat guru itu, Castillo makin sadar dengan ketimpangan ekonomi yang terjadi di Peru. Hingga pada suatu ketika, Castillo membaca sebuah artikel berita bahwa Peru telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang besar karena kekayaan mineral negara. Namun, Castillo merasa resah karena murid-muridnya selalu datang ke sekolah dalam keadaan lapar dan tidak memperoleh manfaat apa pun dari ekonomi Peru.  

Momen itulah yang kemudian menginspirasi Castillo untuk mengubah situasi Peru. Castillo pun akhirnya dipasrahi tugas sebagai pemimpin serikat guru selama pemogokan tahun 2017. Bersama dengan rekan-rekan guru lainnya, Castillo menyuarakan sejumlah tuntutan seperti kenaikan gaji, pencabutan Undang-Undang Karir Guru Negeri hingga peningkatan anggaran di sektor pendidikan.

Pemogokan yang dipimpin Castillo menyebar ke berbagai daerah di bagian selatan Peru dan terus berlanjut hingga mencapai ibukota. Menariknya, dalam protes itu, Fujimori justru sempat membantu Castillo dan kawan-kawannya. Namun, menurut laporan, upaya Fujimori untuk menyokong Castillo tidak lain adalah untuk mengacaukan pemerintah Presiden Pedro Pablo Kuczynski.

3. Pernah nyalon jadi walikota, tapi gagal

Dinobatkan Jadi Presiden Miskin Pertama Peru,  5 Fakta Menarik Pedro Castillo - Foto 3
  SEBASTIAN CASTANEDA X07403/AFP

Karir politik Castillo memang tidak semulus Fujimori yang ayahnya merupakan mantan presiden. Pada tahun 2002, Castillo gagal menjadi walikota Anguia. Meski saat itu dia maju dengan dukungan partai kiri-tengah pimpinan Presiden Alejandro Toledo, Possible Peru.

Kendati demikian, Castillo tetap menjabat sebagai anggota terkemuka partai untuk kota Cajamarca. Ia pun berada di partai itu dari tahun 2005 hingga pembubaran Possible Peru pada tahun 2017. Diketahui, Possible Peru ambruk karena perolehan suaranya buruk pada pemilu 2016.

Setelahnya, Castillo mulai dilirik oleh banyak partai politik Peru karena kiprahnya dalam memimpin pemogokan guru. Mereka lalu berlomba-lomba mendekati Castillo untuk mempromosikannya sebagai calon kongres. Namun, alih-alih menerima tawaran tersebut, Castillo justru mencalonkan diri sebagai presiden setelah mendapatkan dukungan dari serikat  pekerja.

4. Mencalonkan diri jadi presiden karena lihat murid menderita

Dinobatkan Jadi Presiden Miskin Pertama Peru,  5 Fakta Menarik Pedro Castillo - Foto 4
 Corriere della Sera

Keputusan Castillo untuk mencalonkan diri juga didorong dari penderitaan murid-muridnya. Selama pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid-19 di Peru, Castillo terus berusaha mengajar. Namun, komunitasnya yang miskin tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti pendidikan online. Bahkan, hampir tidak ada muridnya yang memiliki akses ke ponsel dan tablet pendidikan yang dijanjikan oleh pemerintah tidak pernah tiba.

Kondisi itulah yang makin menguatkan Castillo untuk maju dalam pemilihan presiden. Terlebih, selama lebih dari 25 tahun mengajar, Castillo selalu menjumpai murid-muridnya berjuang memperoleh akses pendidikan yang mudah dari pemerintah.

Akhirnya pada Oktober 2020, ia mengumumkan diri sebagai calon presiden dalam pemilu 2021 dengan dukungan dari partai sosialis 'Free Peru'. Castillo secara resmi mencapai nominasi pada 6 Desember 2020, mengkonfirmasikan tiketnya bersama dengan para kandidat presiden kuat Peru lainnya, yakni pengacara Dina Boluarte dan mantan Gubernur Junin, Vladimir Cerron. Sementara Cerron didiskualifikasi oleh Juri Pemilu Nasional karena menjalani hukuman penjara akibat kasus korupsi.

5. Mendapatkan ancaman kematian hingga dinobatkan jadi 'Presiden miskin Peru pertama'

Dinobatkan Jadi Presiden Miskin Pertama Peru,  5 Fakta Menarik Pedro Castillo - Foto 5
 Sebastian Castaneda/Reuters

Aliran dukungan dari warga miskin dan pedesaan tidak lantas membuat kampanye Castillo berjalan mulus. Selama tur Mesa Redonda di distrik Lima, misalnya, Castillo dicemooh para pedagang Peru dan Venezuela, dengan hinaan yang menyebutnya sebagai Nicolas Maduro. Sementara diketahui, Maduro sempat menjadi supir bus sebelum menjadi presiden Venezuela. Namun, sejak 2019, kepresidenannya berada dalam sengketa dan Maduro yang berasal dari keluarga berhaluan kiri kerap digambarkan sebagai 'diktator'. 

Beberapa hari kemudian, situasi serupa terjadi di kota Trujillo. Kemudian selama kampanye, Free Peru ikut mengungkap bahwa Castillo menerima ancaman pembunuhan dari pengirim anonim. Selain itu, kandidat peringkat ketiga Rafael Lopez Aliaga juga sempat mengeluarkan ancaman pembunuhan di akhir demonstrasi menentang pencalonan Castillo. Saat itu, Aliaga meneriakkan: "Matilah komunisme! Mati bagi Cerron! Mati bagi Castillo!" katanya.

Baca juga: Kisah Ibu Lahirkan Bayi Kembar 9, Habiskan Rp20 Miliar untuk Perawatan hingga 100 Popok Per Hari

Analisis memang menggambarkan Castillo sebagai sebagai seorang kiri agraris, populis hingga sosialis. Namun, Castillo telah menegaskan bahwa bukan seorang komunis maupun seorang Chavista. Hal ini juga didukung oleh Free Peru yang mengatakan bahwa dalam pemerintahan Castillo kelak, tidak akan ada komunisme. 

Perjuangan Castillo selama kampanye terbayar karena ia akhirnya menang dari Fujimori. Castillo juga bisa menjalani transisi kepresiden setelah Fujimori menerima kemenangan Castillo dan mengesampingkan tudingannya atas kecurangan pemilu yang belum terbukti.

Oleh media, Castillo pun disebut-sebut sebagai petani pertama yang jadi presiden Peru. Oleh France24, ia dinobatkan sebagai 'Presiden Miskin Pertama' Peru. Dalam laporannya France24 menggambarkan Castillo sebagai presiden pertama Peru yang tidak memiliki hubungan dengan para elit yang memerintah selama beberapa dekade.

Bagaimana menurutmu sosok presiden baru Peru ini? Apakah ia bakal mampu meningkatkan kesejahteraan warga Peru di tengah ekonomi yang memburuk karena pandemi Covid-19?[]