News

Dinkes: 80 Persen Nakes di Kubu Raya Sudah Divaksin COVID-19

80 persen dari 1.238 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat sudah mendapat suntikan pertama vaksin COVID-19


 Dinkes: 80 Persen Nakes di Kubu Raya Sudah Divaksin COVID-19
Ilustrasi/Seorang penumpang pesawat berjalan menyusuri koridor di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (24/4/2020). PT Angkasa Pura II menyebutkan Bandara Supadio mulai 25 April hingga 31 Mei 2020 hanya akan melayani penerbangan khusus serta kargo. Selain itu penerbangan penumpang berjadwal dan tidak berjadwal untuk sementara waktu tidak dioperasikan pada periode yang sama. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan mencatat Sekitar 80 persen dari 1.238 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat sudah mendapat suntikan pertama vaksin COVID-19.

"Jumlah nakes yang ada di Kubu Raya sebanyak 1.238 orang. Sampai hari ini, sudah ada 80 persen nakes yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 tahap satu," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan di Kecamatan Sungai Ambawang, Rabu, (17/2/2021).

Tenaga kesehatan yang sudah mendapat suntikan vaksin COVID-19 pertama dan kedua, menurut dia, sekitar 57 persen dari seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kubu Raya.

"Sebenarnya untuk vaksinasi COVID-19 untuk nakes tahap pertama sudah mencapai 100 persen, hanya saja 20 persennya ini sebelumnya terkendala adanya aturan dari Kemenkes yang menyatakan bahwa wanita hamil, penyintas COVID-19, dan nakes yang memiliki penyakit tidak bisa divaksinasi," katanya.

Namun, ia menjelaskan bahwa menurut aturan baru dari Kementerian Kesehatan penderita COVID-19 yang sudah tiga bulan sembuh, ibu menyusui, serta penderita hipertensi, kanker, diabetes dengan kondisi tertentu diperbolehkan menjalani vaksinasi.

Marijan mengatakan bahwa hingga 16 Februari 2021, jumlah warga Kubu Raya yang terserang COVID-19 sebanyak 542 orang. Jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani karantina dan perawatan sebanyak 14 orang, jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak tiga orang, dan sisanya sudah sembuh.

"Kita tentu berharap tidak ada penambahan," imbuh Marijan.[]

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co