News

Dinilai 'Lembek' Tangani Kasus Lukas Enembe, KPK: Ojo Dibanding-bandingke

Dinilai 'Lembek' Tangani Kasus Lukas Enembe, KPK: Ojo Dibanding-bandingke
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kasus Gubernur Papua Lukas Enembe lebih lembek ketimbang menangani kasus rasuah yang menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto. 

Menanggapi hal tersebut, lembaga antirasuah menjelaskan penanganan pada setiap perkara yang ada, tidak bisa dibandingkan satu sama lainnya. Sebab tiap perkara yang diusut oleh KPK tentunya memiliki masalah yang berbeda beda.

"Hukum itu memang keras tapi sepantasnya dijalankan dengan kejernihan berpikir. Tidak gegabah, tidak serampangan. Penanganan perkara seperti Lukas Enembe case ini sudah seharusnya dilakukan dengan banyak perhitungan, kalkulasi yang ditujukan meminimalisir resiko yang mungkin saja dapat terjadi," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam keterangan yang diterima, Sabtu (1/10/2022).

baca juga:

Nawawi menjelaskan dalam tiap penanganan kasus perkara yang pihaknya tangani tentunya memiiliki risiko yang berbeda beda. Sehingga ia mengungkapkan dalam penanganan tiap kasus yang ada tidak dapat disamakan.

Lembaga antikorupsi, kata Nawawi, juga menegaskan bahwa langkah yang telah dilakukan telah diperhutingkan dengan matang. Maka dari itu, ia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersabar dan tak membandingkan tiap penanganan perkara yang ditangani oleh pihaknya tersebut.

"Itu bukan berarti KPK 'lembek'. 'Ojo dibandingke'-lah LE case ini dengan case Setya Novanto, yang sekedar menangkap lewat kejar-kejaran mobil yang berujung menjemputnya di rumah sakit, kan masih di Jakarta," ujarnya.

Nawawi juga menyampaikan saat pihaknya terus berupaya untuk bisa memeriksa Lukas sebagai tersangka. Sebab keterangan dari Lukas dibutuhkan untuk bisa melengkapi informasi serta bukti terkait perkara.

Namun demikian, lembaga antirasuah yang hingga kini belum berhasil mengambil keterangan dari Lukas, masih terus berupaya mengumpulkan informasi dan alat bukti dengan memanggil dan memeriksa sejumlah saksi.

"Yang pasti penanganan penyidikan perkara LE terus berlanjut, disaat upaya yang terus dilakukan untuk menghadirkan tersangka LE, disaat yang sama penyidik-penyidik kami terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti bukti lain yang bersangkutan dengan perkara dimaksud," ungkapnya.

Penyidik KPK bakal memanggil kembali Gubernur Papua Lukas Enembe. Kali ini ia akan dipanggil kembali sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi di Papua.

"Sejauh ini kami akan segera kirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka. Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).

Ali tidak menjelaskan secara rinci terkait waktu pasti pemanggilan Lukas. Namun dalam pemanggilannya tersebut, Lukas diharapkan untuk segera hadir memenuhi panggilan keduanya sebagai tersangka nanti.

"Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat koperatif hadir memenuhi panggilan," ujar Ali.[]