Lifestyle

Dinda Kirana dan Para Pengidap Kista Ovarium Tak Boleh Makan Ini

Berikut makanan-makanan yang tidak boleh dimakan oleh pengidap kista ovarium dari AKURAT.CO


Dinda Kirana dan Para Pengidap Kista Ovarium Tak Boleh Makan Ini
Dinda Kirana (Afrizal Abdul Rahman)

AKURAT.CO Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di dalam atau sekitar indung telur. Kendati kista ovarium tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya, tapi ada beberapa jenis kista yang ganas dan bisa menimbulkan nyeri hebat seperti yang dialami artis Dinda Kirana.

“Jadi kemarin aku tuh operasi kista di bagian ovarium, ovarium itu adalah sel telur. Di kantung ovarium kanan dan kiri, ada yang ukuran 12 dan 5 cm kurang lebih, dan itu udah termasuk besar sekali,” kata Dinda melalui tayangan video yang diunggah di Instagram pribadinya.

Dinda Kirana mengatakan bahwa dirinya suka makan nanas. Namun, ternyata nanas yang ia konsumsi membuat kista yang diidapnya menjadi besar.

“Aku kan suka nanas, kata dokternya ternyata nanas itu tidak boleh dimakan sama pengidap kista ovarium karena kayak kasih makan ke kistanya sehingga membesar,” katanya

Ternyata tak hanya nanas, ada beberapa makanan yang tidak boleh dimakan oleh penderita kista ovarium. Berikut makanan-makanan yang tidak boleh dimakan oleh pengidap kista ovarium dari AKURAT.CO.  

Daging Merah Dan Keju

Dinda Karina Dan Para Pengidap Kista Ovarium Tak Boleh Makan Ini - Foto 1
Daging Merah Daging Merah www.independent.co.uk

Sebuah penelitian meneliri antara konsumsi makanan dengan risiko terbentuknya kista ovarium jinak, menemukan bahwa konsumsi daging sapi dan keju berlebihan berhubungan dengan penyakit pertumbuhan kista. Sehingga, pengidap harus membatasi konsumsi keduanya untuk mengurangi risiko keparahan kista.

Makanan Berlemak

Dinda Karina Dan Para Pengidap Kista Ovarium Tak Boleh Makan Ini - Foto 2
llustrasi makanan berlemak llustrasi makanan berlemak Thesun.co.uk

Penelitian lain menunjukkan bahwa tingginya konsumsi lemak juga berpengaruh pada terbentuknya kista ovarium. Hasil penelitian itu menjelaskan bahwa perempuan yang mengidap penyakit ini adalah yang mengonsumsi lebih banyak makanan berlemak.