News

Dinas KPKP DKI Pastikan Hewan PMK Aman Dikonsumsi, Ini Alasannya

Dinas KPKP DKI Jakarta memastikan hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Kementan terkait dugaan 4 hewan terpapar PMK di Jakpus.


Dinas KPKP DKI Pastikan Hewan PMK Aman Dikonsumsi, Ini Alasannya
Seorang dokter hewan menyiapkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

AKURAT.CO Dinas Ketahanan Pangan Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memastikan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Kementerian Pertanian (Kementan) terkait dugaan 4 hewan terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jakarta Pusat. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan, Dinas KPKP DKI Rismiati menyatakan, kepastian empat ekor hewan ternak yang terindikasi PMK itu masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Tetapi, tak tertutup kemungkinan hewan yang datang dari daerah ke Jakarta terpapar selama perjalanan.

"Ya boleh saja kalau diduga. Kan konfirmatorinya hasil lab ya. Namanya lalu lintas (selama perjalanan) kan kita tidak tahu, ya. Namanya Kecapean, kayak kita saja daya tahan tubuh kita, flu, tapi kan yang membuktikan nanti hasil laboratorium," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (29/6/2022).

baca juga:

Dia meminta masyarakat untuk tetap tenang. Sebab, daging hewan yang terpapar PMK tetap bisa dikonsumsi manusia dan tidak membahayakan kesehatan. Karenanya, perlakuan petugas selama pemeriksaan hewan bertujuan hanya untuk mencegah penularan ke hewan lain. 

"Jadi, tidak ada pengaruhnya ke kesehatan masyarakat. Karena PMK ini hanya menular ke hewan saja. Jadi tidak menular ke manusia. Ke manusia sih aman, insya Allah. Kesembuhannya juga tinggi. Diobati juga sembuh," ungkapnya. 

Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan ke tempat-temoat penampungan hewan di Jakarta. Bila ditemukan terdapat indikasi hewan terpapar PMK, pihaknya akan mengonfirmasinya ke laboratorium milik Kementan. 

"Kami terus melakukan pemeriksaan hewan ternak secara rutin. Jadi kalau ada indikasi, atau diduga, ya kami konfirmatori ke balai besar Subang, Laboratoriumnya Kementan. Sejauh ini sih terkendali semua," ungkapnya. 

Dia meminta masyarakat untuk tidak panik. Sebab, kata dia, penyakit PMK yang belakangan ini menghantui peternak dalam negeri itu tidak menular ke manusia. 

"Jadi tenang saja, masyarakat tidak usah panik. Penyakit (PMK) itu tidak menular ke manusia. Makanya hewan pun kalau terinfeksi, aman untuk dikonsumsi," katanya. []