News

Dinar Candy Berbikini di Pinggir Jalan, Pakar Hukum: Kalau Waras, Sikat Saja Secara Hukum

Dinar Candy menjadi sorotan publik karena menggunakan bikini di pinggir jalan sambil mengemukakan pendapatnya.


Dinar Candy Berbikini di Pinggir Jalan, Pakar Hukum: Kalau Waras, Sikat Saja Secara Hukum
Disjoki (DJ) Dinar Candy saat dijumpai di kawasan Tendean, Jakarta, Rabu (15/5/2019). Dinar Candy sangat peduli dengan keluarganya. Ia rela tak mengganti mobilnya demi membelikan mobil bagi sang ayah. Dinar akan malu jika ia memiliki kendaraan banyak, namun ayahnya tak mempunyai kendaraan. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Disc jockey (DJ) Dinar Candy menjadi sorotan publik karena menggunakan bikini di pinggir jalan sambil mengemukakan pendapatnya. Aksi Dinar merupakan buntut kekecewaannya akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang pemerintah.

Aksi Dinar dapat dilihat dalam video yang diunggah di akun Instagram @dinar_candy. Dalam video memperlihatkan Dinar berdiri di pinggir jalan dengan busana bikini. Dia juga membawa sebuah papan bertulis "saya stres karena PPKM diperpanjang".

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai aksi Dinar bisa berbuntut panjang. Dia meminta Dinar untuk membaca aturan dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

"Bacalah UU HAM. Pengekspresian hak sekalipun tidak terlepas dari kewajiban mematuhi norma," tutur Reza kepada AKURAT.CO, Rabu (4/8/2021).

Reza mendorong kepolisian memeriksa kejiwaan Dinar. Dia menuturkan, apabila aksi tersebut dilakukan secara waras maka Dinar bisa diproses secara hukum.

"Periksakan dulu kondisi kejiwaannya. Kalau waras, sikat saja secara hukum," tuturnya.

Masih kata Reza, kalau hasil pemeriksaan Dinar ternyata sekadar dramatisasi maka tindakan tersebut bisa dikategorikan parsial malingering atau seseorang memiliki gejala yang benar terjadi, akan tetapi melebih-lebihkan tidak sesuai aslinya, imputasi palsu atau dimana seseorang dengan sengaja meniru suatu gejala tertentu.

"Spesifik tipenya tampaknya adalah partial malingering. Cirinya, membesar-besarkan gejala. Misal: stresnya level 1, tapi gejalanya didramatisasi seperti stres level 7," tuturnya.

Reza menyebut tindakan Dinar sebelumnya telah direncanakan. Pasalnya, Dinar melakukan aksi di pinggir jalan dengan bikini merupakan bentuk realisasi janji.

"Dia punya kesadaran saat secara sengaja berencana melakukan pelanggaran hukum dan tata krama. Kondisinya masih memenuhi kriteria bagi dilangsungkannya proses hukum," ujarnya.

Reza menilai aksi Dinar bisa disimpulkan masuk ke delik kesusilaan, bukan delik aduan. Dengan demikian, polisi bisa memproses Dinar tanpa adanya laporan.

"Sekali lagi, periksa saja kondisi mentalnya," tukasnya.

Dihubungi terpisah, mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai aksi Dinar tidak patut dilakukan sebagai publik figur.

"Menurut saya ini sesuatu yang sangat tidak patut dilakukan oleh siapapun apalagi oleh seorang publik figur. Hal seperti ini adalah contoh moral yang buruk di negeri yang beradab dan berbudaya luhur seperti kita," ujar Ferdinand kepada AKURAT.CO, Rabu (4/8/2021).

Selain itu, Ferdinand menduga aksi Dinar memenuhi unsur pelanggaran Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Aturan ini tertuang dalam Pasal 36. Barangsiapa yang melakukan eksploitasi seksual di muka umum bisa terancam pidana 10 tahun penjara. 

Bunyinya, setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Ferdinand berharap aparat kepolisian menindak Dinar.

"Maka itu saya berharap agar kepolisian segera menangkap pelaku dan memproses hukum yang bersangkutan atas pelanggaran ini," ujarnya.

Ferdinand menuturkan, Indonesia memiliki sejumlah aturan dalam menyampaikan pendapat. Dia menegaskan bahwa negara tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

"Kalaupun melakukan protes kepada pemerintah, aturannya kan ada, jelas dan boleh. Tapi tidak dengan cara-cara amoral seperti ini," tuturnya.

Tidak sampai itu, Ferdinand menilai aksi Dinar hanya mencari sensasi. Namun, caranya dianggap melanggar ketentuan.

"Pelaku jelas mencoba mencari perhatian dengan cara melanggar hukum, maka harus ditindak," tuturnya.

Sebelumnya, artis Elly Sugigi tampak syok melihat aksi Dinar. Bahkan Elly mengaku tidak ikut-ikutan dengan aksi tersebut.

"Gile ya Allah dia bener-bener ya Allah. Dinar, maaf gue gak ikut-ikutan ah," timpal Elly.

Jauh sebelum itu, Dinar mengaku kesal karena PPKM kembali diperpanjang. Dia mengaku banyak pekerjaan yang terhambat akibat PPKM.

"Aku jadi kesel. Temen Pengusaha juga kayak pada ngeluh. Memang masih tetep kerja tapi terbatas. Jadi nggak bisa mengapresiasikan diri lebih lagi, tidak bisa kerja lebih lagi," bebernya.

Dia menuturkan bahwa pernyataan turun ke jalan pakai bikini bukan tanpa alasan. Melainkan karena bentuk kekecewaannya.

"Aku kan rada orangnya nyeleneh gitu karakter aku sexy di sosmed makanya aku turun pake bikini deh ke jalan," ucapnya.[]