News

Din Syamsuddin Tak Percaya Radikalisme Makin Berkembang di Indonesia


Din Syamsuddin Tak Percaya Radikalisme Makin Berkembang di Indonesia
(kiri-kanan) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius (kiri), Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono Sukamto menghadiri rapat pleno ke-25 Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/2). Rapat tersebut mengangkat tema penanggulangan tindak kekerasan terhadap ulama dan perusakan rumah ibadah (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Berkembangnya atau meningkatnya potensi radikalisme di Indonesia tidak dipercayai oleh Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Din Syamsuddin.

Hal tersebut diungkapkan oleh Din Syamsuddin saat menanggapi hasil survei dari Nasaruddin Umar Office (NUO), sebuah lembaga yang dibentuk oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, yang menyatakan bahwa pada 2017 lalu, potensi radikalisme di Indonesia mencapai 55,12 persen.

"Saya tidak percaya itu, itu harus dicermati, jangan soal radikalisme selalu dituduhkan kepada umat Islam," ungkapnya di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu pun menduga, ada yang salah dengan metodologi survei NUO dan meminta NUO untuk memperbaiki metodologi tersebut.

"Karena kesimpulan seperti itu justru menyakitkan hati umat Islam yang sudah sangat toleran," ujar Din.

Menurut Din Syamsuddin, jika umat Islam tidak toleran dan radikal, maka tentu Indonesia tidak akan seharmonis seperti saat ini.

"Maka jangan diganggu oleh kesimpulan-kesimpulan yang bersifat sepihak, saya tidak mau menanggapi siapapun menyampaikan, tapi mohon jangan selalu soal radikalisme ditujukan kepada umat Islam," katanya.[]

Deni Muhtarudin

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu