News

Diminta ke Puskesmas untuk Tes PCR, Siswa SMK di Bantul Malah Ikut Kelas Tatap Muka

Sebanyak 6 siswa dan 1 guru SMKN 1 Sedayu di Bantul, DIY, dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.


Diminta ke Puskesmas untuk Tes PCR, Siswa SMK di Bantul Malah Ikut Kelas Tatap Muka
Ilustrasi Tes PCR (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Sebanyak 6 siswa dan 1 guru SMKN 1 Sedayu di Bantul, DIY, dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut dihentikan sementara waktu.

Camat Sedayu Lukas Sumanasa menerangkan, penyebaran Covid-19 di SMKN 1 Sedayu berawal dari penelusuran kontak di sekolah itu. Diawali dari hasil positif tes PCR salah satu siswa kelas X, Sabtu (23/10/2021).

"Pihak puskesmas setempat hari Kamis sudah minta murid itu nggak berangkat sekolah untuk di hari Jumat melakukan swab di puskesmas. Karena dia masuk daftar tracing. Dia ditunggu-tunggu nggak datang ternayata malah ke sekolah, ya dijemput," kata Lukas saat dihubungi, Rabu (27/10).

Siswa itu sendiri, kata Lukas, sebelumnya telah masuk ke dalam daftar pemilik riwayat kontak erat saudaranya yang mengenyam pendidikan di SDN Sukoharjo, Sedayu, Bantul. 

Dari situ, pemeriksaan massal terhadap siswa dan guru pemilik riwayat kontak erat dilakukan pada Senin (25/10/2021). Hasilnya, 5 siswa dan seorang guru dinyatakan positif Covid-19 lewat tes PCR.

"Totalnya di sekolah itu ada enam siswa dan satu guru (positif Covid-19)," imbuh Lukas.

Para pasien saat ini tengah menjalani isolasi mandiri. Sementara tracing masih bergulir dengan memasukkan 29 orang ke dalam daftar pemilik riwayat kontak erat.

"Mereka itu guru dan murid. Dan informasi yang saya dapat sekolah tatap muka dihentikan sementara," jelas Lukas.

Sedangkan di SDN Sukoharjo, tempat kerabat siswa dari SMKN 1 Sedayu tadi, ditemukan 10 kasus Covid-19. Terdiri dari 8 siswa dan 2 guru. Serangkaian kasus ini ditemukan beberapa hari sebelum terkuaknya penyebaran di SMKN 1 Sedayu.

"Jadi satu guru menulari satu guru dan delapan siswa," ujarnya.

Sama seperti SMKN 1 Sedayu, PTM terbatas di SDN Sukoharjo harus dihentikan sampai para pasiennya menuntaskan masa karantina.

Terpisah, Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo menuturkan, seiring dengan kemunculan berbagai kasus di wilayahnya ini pihaknya akan menggencarkan penelusuran kontak serta pemeriksaan terhadap semua pemilik riwayat kontak erat pasien. 

Pihaknya juga akan menggencarkan edukasi, menyusul diketahuinya pemicu kemunculan kasus penularan adalah keteledoran para pasien itu sendiri. Sebelum ini, kasus serupa juga terjadi di SDN Bantul Timur awal Oktober lalu. Penyebabnya kala itu adalah orang tua siswa nekat mengantar anaknya ke sekolah, meski sang wali murid sebelumnya telah dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga: Orang Tua Terpapar Covid-19 Nekat Antar Anak ke Sekolah di Bantul, Kelas Tatap Muka Disetop

"Kita juga tetap pada protap, yang terindikasi terpapar harus isolasi," kata Joko ditemui di Kompleks Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (27/10/2021).[]