News

Sekjen PAN: Ade Armando Jangan Playing Victim

Eddy mengatakan cuitan tidak bermaksud menuding Ade Armando sebagai penista agama


Sekjen PAN: Ade Armando Jangan Playing Victim
Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno (AKURAT.CO/Kosim Rahman.)

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN) Eddy Soeparno ogah memenuhi permintaan untuk menghapus cuitan yang dianggap menyinggung Ade Armando. 

Eddy meminta Ade Armando dan kuasa hukumnya untuk tidak memutar balik fakta atau playing victim seolah-olah memposisikan diri sebagai korban.

Dia menilai apa yang dialami Ade Armando, ditelanjangi dan dihajar hingga babak belur oleh massa saat unjuk rasa di depan Gedung Parlemen, Senayan, merupakan akibat perbuatannya sendiri. 

baca juga:

"Menurut saya Ade Armando jangan playing victim lah, bahwa kondisinya saat ini adalah akibat dari pernyataan atau sikap orang lain, bukan," ujar Eddy Soeparno di Mapolda Metro Jaya, Senin 23 Mei 2022.

Eddy hari ini mendatangi Mapolda Metro untuk menjalani pemeriksaan sebagai pelapor. Pemeriksaan berkaitan dengan laporan terhadap Muannas Alaidid, pengacara Ade Armando, dengan tuduhan pencemaran nama baik. 

Adapun permintaan menghapus cuitan sebelumnya disampaikan Ade Armando melalui Muannas.

Eddy kembali mengatakan cuitannya tidak bermaksud menuding Ade Armando sebagai penista agama. 

"Kalau dilihat dari cuitan saya, saya tidak pernah mencemarkan atau menuduh apalagi menuding. Saya justru cuitan saya intinya konsepnya itu meminta penegakan hukum bagi mereka yang melakukan tindakan penganiayaa terhadap seseorang. Kemudian juga saya minta supaya ada penegakan hukum, terhadap mereka-mereka yang menistakan agama," lanjut. 

Diberitakan sebelumnya, Eddy Soeparno diperiksa oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya  sebagai saksi pelapor pada Senin (23/5/2022) pukul 10.45 WIB terkait kasus dugaan pencemaran nama baik oleh kuasa hukum Ade Armando, Muannas Alaidid dkk.

Laporan Laporan tersebut merupakan buntut laporan Muannas yang melaporkan Eddy Soeparno terkait cuitannya di Twitter. 

Cuitan tersebut berisi dukungan dirinya untuk mengusut kasus pengeroyokan Ade, namun ia juga mendukung agar polisi melakukan penegakkan hukum atas sejumlah kasus yang dilaporkan terhadap Ade Armando.

Namun, dalam cuitan tersebut Edy tidak menyebut nama secara langsung. Melainkan dirinya menggunakan inisial. 

"Saya mendukung pengusutan dan tindakan hukum kepada pelaku kekerasan terhadap AA, tapi saya juga mendukung tindakan hukum yang tegas kepada mereka yang menistakan agama dan ulama, termasuk AA," tulis Eddy melalui akun Twitternya @eddy_soeparno pada 12 April 2022.

Laporan dilayangkan oleh Andi Windo Wahidin sebagai tim kuasa hukum Ade Armando. Laporan itu bernomor STTLP/B/1990/IV/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 18 April 2022.[]