Olahraga

Dimas Drajad Membuka Keran, Diharapkan Mengisi Kekosongan Penyerang Timnas

Dimas Drajad Membuka Keran, Diharapkan Mengisi Kekosongan Penyerang Timnas
Penyerang Tim Nasional Indonesia, Dimas Drajad (kostum nomor 9), ketika merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Curacao bersama rekan setimnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9). (PSSI)

AKURAT.CO, Gol yang dicetak Dimas Drajad ke gawang Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/4), seakan memberi jawaban terhadap krisis penyerang di Tim Nasional Indonesia. Penyerang Persikabo 1973 itu kini boleh dilihat sebagai penyerang nomor sembilan yang bisa diandalkan.

Dimas, 25 tahun, mencetak gol kemenangan dengan sepakan sisi belakang kakinya seraya membelakangi gawang Curacao untuk gol ketiga dalam kemenangan 3-2 Indonesia pada laga FIFA Matchday itu. Gol itu adalah sumbangan keduanya untuk Timnas setelah yang pertama ke gawang Nepal pada Kualifikasi Piala Asia U-23, Juni silam.

Lahir di Gresik, Jawa Timur, 30 Maret 1997, Dimas adalah satu dari sedikit pemain Timnas U-19 juara Piala AFF U-19 2013 di bawah asuhan Indra Sjafri. Terpilih di Timnas U-19 sejak usia 16 tahun, Dimas juga berkiprah di Timnas U-23 yang menjuarai Piala AFF U-23 2019 yang juga diasuh oleh Indra Sjafri.

baca juga:

Kariernya di Timnas Senior baru didapatkannya di era kepelatihan Shin Tae-yong. Dimas melakukan debutnya ketika menghadapi Bangladesh pada laga persahabatan, 1 Juni silam. Total, Dimas sudah tampil sebanyak lima kali sejak bergabung bersama Garuda.

Keputusan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk kembali memanggil Dimas tak terlepas dari pencapaiannya bersama Persikabo dalam dua musim terakhir. Musim lalu Dimas mencetak sebelas gol di Liga 1 sementara di musim yang sedang berjalan ia sudah mengumpulkan empat gol dari sembilan laga.

Selain itu, torehan empat golnya membuat Dimas menjadi pemain lokal dengan sumbangan gol terbanyak di daftar pencetak gol Liga 1 Indonesia 2022-2023. Tak pelak, kondisi ini membuat Shin Tae-yong harus menjatuhkan pilihan terhadap Dimas karena dia adalah pemain lokal terbaik di Indonesia untuk posisinya saat ini.

Publik berharap gol ke gawang Curacao memberikan kepercayaan diri untuk menunjukkan eksistensi penyerang lokal di skuat Garuda. Sekaligus mendorongnya untuk menyaingi gempuran penyerang asing yang sudah terlalu lama mendominasi kompetisi sepakbola domestik tanah air.[]