Lifestyle

Bisa Penjara 10 Tahun, Ini Makna Bunga Edelweis yang Dipamerkan Aurel Hermansyah

Aurel Hermansyah dihujat warganet karena memamerkan bunga edelwais pemberian suaminya di Instagram. Perlu diketahui, bunga edelweis dilindungi secara hukum


Bisa Penjara 10 Tahun, Ini Makna Bunga Edelweis yang Dipamerkan Aurel Hermansyah
Aurel Hermansyah (Instagram)

AKURAT.CO, Aurel Hermansyah mendapat banyak kritik dari warganet lantaran memamerkan bunga Edelweis pemberian Atta Halilintar, di Instagram pribadinya. Dalam foto yang diunggah, Aurel terlihat tersenyum sambil membawa seikat bunga edelweis di tangannya.

"Selamat pagiii semuaa.. pas kemarin di Bromo di kasih Bunga Edelweiss sama suami.. katanya ini bunga keabadian," tulis Aurel di akun @aurelie.hermansyah.

Postingan itu kemudian ramai karena warganet mengingatkan pasangan kekasih itu bahwa bunga Edelweis adalah bunga langka yang dilindungi undang-undang.

Bunga Edelweis dianggap sebagai simbol keberanian dan cinta abadi. Konon, banyak pemuda mempertaruhkan nyawanya untuk mencari bunga Edelweis di daerah pegunungan Alpen yang paling terpencil dan berbatu. Ini dilakukan demi membuktikan cinta kepada wanita pujaan mereka.

Namun, menurut legenda, kisah cinta ini kerap berakhir tragis. Pasalnya, sang pria tidak pernah kembali sehingga sang wanita pun menyusul ke gunung. Namun, sang wanita pun tak kembali juga. Karena legenda inilah, kemudian edelweis dianggap menjadi simbol cinta sejati dan abadi. Namun di samping itu, edelweis juga dapat digunakan untuk melambangkan patriotisme, petualangan, dan pengorbanan.

Bunga edelweis sendiri memiliki nama latin Anaphalis javanica. Bunga ini kerap disebut sebagai bunga abadi karena tidak mudah layu dan memiliki waktu mekar yang lama, hingga 10 tahun lamanya. Ya, bunga Edelweis memiliki hormon etilen yang bisa mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.

Bunga Edelweis ditemukan pertama kali oleh seorang naturalis asal Jerman, Georg Carl Reinwardt, pada tahun 1819 silam di lereng Gunung Gede, Jawa Barat. Nama  Edelweis pun berasal dari gabungan dua kata dari Bahasa Jerman, yakni "eidel" yang berarti mulia, dan "weiss" yang berarti putih. Bunga ini biasanya mekar pada bulan April hingga Agustus.

Selain di Gunung Gede, bunga Edelweis juga ada di beberapa gunung lainnya, seperti Lawu, Semeru, Sindoro, Papandayan, Merbabu hingga Rinjani. Selain di Indonesia, bunga Edelweis juga ada di daratan Eropa, tepatnya di pegunungan Alpen.

Namun, Edelweis di Pengunungan Alpen bukan jenis Anaphalis javanica seperti yang ada di Indonesia, melainkan Leontopodium alpinum. Di sini, Edelweis lebih dikenal dengan nama alpine star, mengingat bentuknya yang seperti bintang. 

Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, bunga Edelweis sendiri masuk dalam kategori jenis tumbuhan yang dilindungi secara hukum. 

Bahkan, Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 pasal 33 ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem menyebutkan: 

Ayat (1) : "Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional."

Ayat (2) : "Perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi mengurangi, menghilangkan fungsi dan luas zona inti taman nasional, serta menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli."

Bagi siapapun yang sengaja memetik Edelweis akan dikenakan sanksi hukum sesuai UU No. 5. Pemetik Edelweis bisa dipidana penjara maksimal 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp200 juta rupiah.

Saat ini, keberadaan Edelweis sendiri sudah sangat langka. Oleh sebab itu, pendaki selalu diingatkan untuk tidak memetik Edelweis sembarangan.

Jika tertarik memiliki Edelweis, kamu bisa mendatangi tempat budidaya Edelweis di Bromo, tepatnya di Desa Wisata Edelweis di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Budidaya ini juga legal dan resmi, jadi kamu tidak perlu takut melanggar hukum. Hal ini disebabkan adanya perbedaaan antara Edelweis alami dengan hasil budidaya.

Hingga saat ini, Aurel ataupun Atta belum memberitahu darimana asal bunga Edelweis mereka, apakah dipetik langsung dari gunung atau dibeli dari tempat budidaya.[]