News

Dikritik Untungkan Militer Myanmar, Produsen Baja Korsel Putus Kemitraan dengan Junta

Produsen baja Korea Selatan, POSCO C&C mengumumkan akan memutus usaha patungan dengan grup milik junta Myanmar, Myanmar Economic Holdings Public Company.


Dikritik Untungkan Militer Myanmar, Produsen Baja Korsel Putus Kemitraan dengan Junta
Dalam 22 Februari 2021 ini, para aktivis perdamaian Korea Selatan menggelar unjuk rasa mendukung demokrasi Myanmar, di luar kantor POSCO di Seoul ( AP Images)

AKURAT.CO, Produsen pembuat baja asal Negeri Ginseng, POSCO C&C mengumumkan akan memutus usaha patungannya dengan grup bisnis junta Myanmar, Myanmar Economic Holdings Public Company (MEHL).

Diwartakan CNA, pengumuman itu disampaikan POSCO C&C pada Jumat (16/4), tidak lama setelah bisnis mereka dikritik karena dianggap menguntungkan para pemimpin militer Myanmar.

Namun, saat mengumumkan itu, POSCO C&C tidak merinci kapan tanggal pasti pemutusan mitra kerja dengan MEHL. Mereka juga mengaku tidak bakal menarik diri dari Myanmar meski 'perceraian' sudah pasti dilakukan.

"Kami berharap bisnis baja kami bisa terus berkontribusi dalam meningkatkan pembangunan lingkungan di Myanmar dan memfasilitasi perekonomian negara," terang perusahaan dalam sebuah pernyataan.

POSCO C&C sendiri memiliki 70 persen dari usaha patungannya dengan MEHL, Myanmar POSCO C&C.

Karena itulah menurut pejabat perusahaan, Min Ji-hyun, POSCO C&C, bermaksud membeli 30 persen saham MEHL. Ini tentu saja agar POSCO C&C bisa terus mengoperasikan usaha dengan kepemilikan penuh.

Namun, nasib pembelian seluruh saham MEHL ini masih belum jelas. Pasalnya, menurut Min, MEHL hingga kini belum mau menanggapi tawaran dari POSCO C&C tersebut.

Lalu jika nantinya MEHL menolak menjual saham, Min mengungkap bahwa POSCO C&C akan terus mencari 'cara lain'. Min tidak merinci secara spesifik strategi yang dimaksud, tetapi ia menegaskan bahwa POSCO C&C akan melakukan berbagai cara untuk meneruskan bisnisnya di Myanmar.

Kerja sama yang pecah antara POSCO C&C dan MEHL makin menambah panjang masalah bagi gurita bisnis junta. Terlebih, baru beberapa hari lalu, Adani Ports and Special Economic Zone (APSEZ) dari India, didepak dari indeks sustainability S&P Dow Jones.

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu