News

Dikritik karena Puji Vladimir Putin, Panglima Angkatan Laut Jerman Undur Diri 

Panglima angkatan laut Jerman, memutuskan untuk mundur dari jabatannya usai menuai kritik karena terang-terangan memuji Presiden Rusia.


Dikritik karena Puji Vladimir Putin, Panglima Angkatan Laut Jerman Undur Diri 
Gabungan gambar Wakil Laksamana Kay-Achim Schoenbach dan Presiden Vladimir Putin ( AP/TWITTER via Republic World)

AKURAT.CO Panglima angkatan laut Jerman, memutuskan untuk mundur dari jabatannya usai menuai kritik karena terang-terangan memuji Presiden Rusia, Vladimir Putin atas Ukraina. 

Pengunduran diri itu datang pada Sabtu (22/1), tidak lama setelah Wakil Laksamana Kay-Achim Schoenbach menyebut 'Putin pantas untuk dihormati dan Kyiv tidak akan pernah memenangkan kembali Krimea yang dicaplok dari Moskow'.

"Saya telah meminta Menteri Pertahanan Christine Lambrecht untuk membebaskan saya dari tugas segera. (Dan) Menteri telah menerima permintaan tersebut," kata Schoenbach dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters melalui CNA.

baca juga:

Komentar soal Putin dan Ukraina keluar saat Schoenbach menghadiri diskusi think tank di New Delhi, India pada Jumat (21/1). Selama acara itu, Schoenbach, berbicara dalam bahasa Inggris, mengatakan bahwa Putin sedang berusaha diperlakukan sama oleh Barat.

"Apa yang dia (Putin) inginkan adalah rasa hormat.

"Dan Ya Tuhan, memberi seseorang rasa hormat tidak membutuhkan biaya tinggi, bahkan tanpa biaya... Sangat mudah untuk memberinya rasa hormat yang benar-benar dia tuntut, dan mungkin juga ia pantas mendapatkannya," kata Schoenbach, sambil menyebut Rusia sebagai negara tua sekaligus penting.

Video Schoenbach itu dengan cepat menyebar setelah dipublikasikan di media sosial. Komentar Schoenbach menjadi kontroversial karena muncul pada 'masa-masa sensitif', di mana Kremlin telah mengumpulkan puluhan ribu tentaranya di perbatasan Ukraina.

Upaya diplomatik difokuskan untuk mencegah eskalasi Moskow-Kyiv. Sementara Rusia membantah tudingan bahwa mereka berencana menyerang Ukraina.

Terkait isu itu, Schoenbach mengakui tindakan Rusia di Ukraina perlu ditangani. Namun, dia kemudian menambahkan bahwa 'Semenanjung Krimea telah hilang, tidak akan pernah kembali, dan itu menurutnya adalah fakta'. Komentar ini jelas bertentangan dengan sikap bersama Barat, yang tegas menyatakan bahwa aneksasi Moskow atas Krimea dari Ukraina pada tahun 2014 tidak dapat diterima dan harus dikembalikan.

Sebelum pengunduran diri tersebut, Kementerian Pertahanan secara terbuka mengkritik Schoenbach, dengan mengatakan bahwa pernyataannya tidak mencerminkan posisi Jerman, baik dalam isi maupun susunan kata.

 Laksamana Muda Angkatan Laut Jerman Kay-Achim Schoenbach saat berbicara di Institut Manohar Parrikar untuk Studi dan Analisis Pertahanan (MP-IDSA) di New Delhi, India, Jumat (21/1) - Manohar Parrikar Institute for Defence Studies and Analyses

Schoenbach telah meminta maaf atas komentarnya.

"Pernyataan gegabah saya di India... semakin membebani kantor saya. Saya menganggap langkah ini (pengunduran diri) diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada angkatan laut Jerman, pasukan Jerman, dan, khususnya, Republik Federal Jerman," kata Schoenbach.

Kementerian Luar Negeri Ukraina juga telah meminta Jerman untuk secara terbuka menolak komentar kepala angkatan laut itu. Komentar Schoenbach dapat mengganggu upaya Barat untuk meredakan situasi, kata Ukraina dalam sebuah pernyataan.

"Ukraina berterima kasih kepada Jerman atas dukungan yang telah diberikannya sejak 2014, serta atas upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik bersenjata Rusia-Ukraina. Tetapi pernyataan Jerman saat ini mengecewakan dan bertentangan dengan dukungan dan upaya itu," kata Kementerian Luar Negeri Ukraina. Di Twitter, pernyataan terpisah ikut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba.[]