News

Diklaim Pecahkan Rekor Dunia, Vaksinasi COVID-19 India akan Jangkau Warga 18 Tahun ke Atas!

Pemerintah India mengizinkan warga berusia 18 tahun ke atas untuk disuntik vaksin COVID-19 mulai 1 Mei


Diklaim Pecahkan Rekor Dunia, Vaksinasi COVID-19 India akan Jangkau Warga 18 Tahun ke Atas!
Mulai 1 Mei, seluruh warga negara India berusia 18 tahun ke atas diizinkan untuk disuntik vaksin COVID-19 (Foto: CNN)

AKURAT.CO, India akan memulai vaksinasi COVID-19 untuk golongan warga yang berusia 18 tahun ke atas pada 1 Mei, menurut pernyataan yang dirilis Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga di laman Biro Informasi Pers.

"Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, telah diambil keputusan penting untuk mengizinkan vaksinasi bagi semua orang di atas usia 18 tahun mulai 1 Mei. Ditambahkan pula bahwa kecepatan vaksin India memecahkan rekor dunia dan kami akan melanjutkannya dengan momentum yang lebih besar," bunyi pernyataan tersebut, dilansir dari CNN.

Namun, tidak jelas apakah negara terpadat di dunia dengan penduduk 1,4 miliar jiwa tersebut saat ini punya cukup vaksin untuk memenuhi peningkatan permintaan. Saat ini, baru pekerja perawatan kesehatan, petugas garis depan, atau warga 45 tahun ke atas yang memenuhi syarat untuk divaksin di India. Namun, persediaan vaksin telah menipis di beberapa tempat dengan setidaknya 5 negara bagian melaporkan kekurangan yang parah.

Sementara itu, Negeri Taj Mahal juga dilanda gelombang baru pandemi virus corona. India sejauh ini mencatat total 15.061.919 kasus COVID-19 dan 178.769 kematian, menurut kementerian kesehatan. Negara itu baru-baru ini menambahkan 1 juta kasus baru dalam waktu kurang dari seminggu, sehingga menembus total 14 juta kasus pada Kamis (15/4).

Dengan pengumuman terbaru ini, program vaksinasi India akan terbagi menjadi 2 bagian. Pemerintah pusat akan terus memberikan vaksin gratis kepada petugas medis, pekerja garis depan, dan mereka yang berusia 45 tahun atau lebih. Namun, mulai 1 Mei, penyedia vaksinasi swasta akan dapat mengenakan biaya dan menyediakan vaksin untuk semua orang yang berusia 18 tahun atau lebih.

Pemerintah India telah mengambil langkah-langkah untuk memperluas ketersediaan vaksinnya. Pekan lalu, negara itu mempercepat otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 yang disetujui di negara lain.

Berdasarkan 'Strategi Tahap 3 Liberisasi dan Percepatan Program Vaksinasi COVID-19 Nasional', produsen vaksin India wajib memasok 50 persen dari dosis bulanan mereka kepada pemerintah pusat. Sisa 50 persen lainnya pun akan bebas dipasok untuk pemerintah negara bagian dan pasar terbuka.

India memproduksi lebih dari 60 persen dari seluruh vaksin yang dijual secara global. Negara ini juga menjadi tempat bagi Serum Institute of India (SII), pembuat vaksin terbesar di dunia. India juga telah bekerja sama dengan COVAX, inisiatif berbagi vaksin global yang memberikan potongan harga atau dosis gratis untuk negara-negara berpenghasilan rendah.

Namun, dalam menghadapi krisis tersebut, pemerintah India dan SII telah mengalihkan fokusnya untuk memprioritaskan warganya sendiri. Negara ini telah memberikan lebih dari 123 juta dosis vaksin COVID-19 pada Senin (19/4), menurut laman kementerian kesehatan.[]