Lifestyle

Malaysia Semberono Klaim Batik, Yuk Ketahui Sejarahnya

Batik sudah disahkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2 Oktober 2009.


Malaysia Semberono Klaim Batik, Yuk Ketahui Sejarahnya
Batik ( grahabatik.com)

AKURAT.CO, Miss World Malaysia 2021, Lavanya Sivaji, menyebut batik sebagai budaya Malaysia. Lavanya Sivaji juga mengaku bangga karena bisa melambangkan keberagaman orang malaysia lewat batik yang dipakainya pada malam final itu.

"Kain batik melambangkan keragaman diantara orang Malaysia, dengan berbagai warna, cetakan dan desainnya. Oleh karena itu, saya mempersembahkan kepada Anda gaun malam saya untuk Miss World Malaysia 2021 yang terbuat dari kain batik Malaysia," ucap Lavanya Sivaji di Instagram, dikutip AKURAT.CO Kamis, (21/10/2021).

Pernyataan ini sontak membuat masyarakat Indonesia geram, lantaran batik merupakan budaya asli Indonesia. Seperti diketahui, batik sudah disahkan oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Oleh sebab itu, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Batik berasal dari gabungan dalam Bahasa Jawa yaitu ‘amba’ yang berarti lebar atau luas dan ‘tik atau nitik’ yang berarti titik. Jadi, ambatik bisa diartikan kain dengan titik-titik kecil.

Jika dilihat dari sejarahnya, batik sendiri berkaitan erat dengan perkembangan sejarah kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Beberapa catatan sejarah menunjukkan perkembangan batik terjadi sangat pesat pada Kerajaan Mataram, Solo, dan Yogyakarta.

Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX.

­Awalnya, batik hanya digunakan oleh keluarga kerajaan, pekerja di dalam istana, dan bangsawan. Para pekerja di istana ini tinggal di luar keraton, dan secara tidak langsung membawa batik ke luar istana. Tak lama kemudian, masyarakat mulai meniru untuk membuat batik.

Membatik pun semula hanya dilakukan oleh perempuan untuk mengisi waktu luang, dan kemudian berkembang menjadi pekerjaan tetap. Kini, membatik dapat dilakukan oleh siapa saja.

Pada awal kemunculannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bernuansa tradisional Jawa, Islam, Hindu, dan Buddha. Dalam perkembangannya, motif batik banyak terinspirasi dari alam, tradisi, budaya, dan masih banyak lagi.

Berikut ini, AKURAT.CO tampilkan beberapa motif batik yang populer di Indonesia, melansir laman resmi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Emprit atau burung pipit

Motif ini menyampaikan pesan agar manusia belajar dari alam dan sekitarnya, bahwa sebagai manusia makhluk sosial harus menjaga hubungan baik dengan sesama.

Gurdho latar kembang

Gurdho latar kembang digambarkan dengan ornamen mahkota yang gagah serta dikelilingi keharuman bunga di sekitarnya.

Kokrosono

Kokrosono mempunyai makna dharma, kemakmuran dan teguh hati. Kokrosono diambil dari tokoh pewayangan Raden Kokrosono yang memiliki karakter sebagai seseorang yang baik hati. 

Merak lung-lungan

Motif merak ini merupakan lambang kemegahan yang memiliki identitas. Sementara lung-lungan adalah simbol kesuburan tanah yang menggambarkan hubungan erat dan ikatan yang baik antara pemimpin dan yang dipimpin.

Batik sido asih

Batik sido asih merupakan motif tradisional Jawa. Sido memiliki arti jadi, dan asih berarti kasih sayang. Batik sido asih biasanya digunakan dalam acara-acara perkawinan, sebagai busana malam pengantin.

Selain kelima motif di atas, Indonesia kaya akan beragam jenis batik mulai dari Sabang hingga Merauke.

Apa jadinya jika sejarah panjang yang dilalui batik ini, lalu diklaim Malaysia?[]