News

Dikait-kaitkan Kiamat, Fenomena Matahari Terbit dari Utara di Sulsel Dibantah BMKG

BMKG memastikan bahwa matahari terbit dari Utara di Jeneponto, Sulawesi Selatan merupakan informasi tidak benar.


Dikait-kaitkan Kiamat, Fenomena Matahari Terbit dari Utara di Sulsel Dibantah BMKG
Matahari saat ini sedang memasuki fase 'Solar Minimum' (The Independent)

AKURAT.CO, Sebuah video yang memperlihatkan matahari dan dinarasikan terbit dari Utara di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan viral di media sosial. Fenomena tersebut direkam seorang guru di salah satu sekolah di lokasi kejadian.   

Menyikapi itu, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rizky membantahnya. Dia menjelaskan, dalam video memperlihatkan matahari tetap pada porosnya, yakni terbit dari Timur. Namun, lanjutnya, matahari tidak berada pada garis khatulistiwa sehingga bergerak condong ke sisi Utara menuju Barat.

"Jadi tetap terbit dari Timur, tetapi perjalanan ke Barat dia lewat jalur Utara, bisa dikatakan seperti itu," tegas Rizky menepis adanya fenomena matahari terbit dari Utara, Kamis (17/6/2021).

Masih kata Rizky, fenomena tersebut memang biasa terjadi mulai Maret sampai awal September. Artinya, fenomena matahari bergerak condong ke Utara atau Selatan lazim terjadi setiap tahunnya.

"Setelah September menuju Oktober, November, Desember, dia bergeraknya perlahan-lahan dari Timur ke Barat lewat arah Selatan," tuturnya.

Sebelum BMKG memberikan penjelasan, warga di Jeneponto digemparkan dengan rekaman video amatir terkait fenomena matahari terbit dari Utara. Videonya langsung viral.

Dalam video terdengar suara si perekam, seorang guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Jeneponto. Bagi umat Islam, matahari terbit selain dari Timur merupakan tanda-tanda akhir zaman.

"Dengan situasi ini, merupakan satu isyarat satu waktu nanti matahari akan terbit dari sebelah barat," tutur perekam video.

Video tadi mendapat beragam komentar dari warganet. Ada pihak yang menyarankan agar video tadi tidak disebarluaskan.

"Tidak perlu dibuat lebih meluas, karena itu mungkin itu kejadian alami. Ini proses alam. Nah, kita bukan ahlinya di situ," ucap Andi Tahal.[]

 

Arief Munandar

https://akurat.co