News

Dijerat Pasal 338 KUHP, 5 Fakta Bharada E Resmi Jadi Tersangka

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bharada E langsung dibawa dan ditahan di Bareskrim Polri.


Dijerat Pasal 338 KUHP, 5 Fakta Bharada E Resmi Jadi Tersangka
Bharada E (antaranews.com)

AKURAT.CO Mabes Polri telah resmi menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus baku tembak di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Dalam kasus yang menewaskan Brigadir J tersebut, Bharada E diduga telah menembak Brigadir J dengan sengaja 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta terbaru dari kasus Bharada E. 

1. Terkait laporan keluarga Brigadir J

Penetapan Bharada E sebagai tersangka diketahui terkait laporan dari keluarga Brigadir J yang diwakili oleh pengacaranya. Selain itu, 11 orang keluarga atau orang terdekat Brigadir J juga telah diperiksa sebagai saksi. 

baca juga:

2. CCTV hingga 42 saksi

Penetapan perkara juga telah melalui proses panjang. Setelah dilakukan gelar perkara, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan 42 orang saksi, mulai dari ahli biologi, kimia forensik, metalurgi balistik, IT forensik, hingga Kedokteran Forensik. Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyita sejumlah barang bukti mulai dari alat komunikasi, CCTV, hingga barang di TKP. 

3. Bharada E dijerat pasal 338 KUHP

Berdasarkan gelar perkara dan pemeriksaan kepada puluhan saksi, maka pihak Timsus Barekrim Polri telah resmi menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo. Bharada E disangkakan pasal 338 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP yang diduga membunuh dengan sengaja Brigadir J. Meski begitu, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan bisa saja berkembang. 

4. Bharada E ditahan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bharada E langsung dibawa dan ditahan di Bareskrim Polri. Nantinya, Bharada E akan menjalani sejumlah pemeriksaan lanjutan terkait kasus baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo tersebut. 

5. Irjen Ferdy Sambo juga diperiksa

Akibat dari kasus ini, Kapolri memutuskan untuk menonaktifkan tiga perwira polisi mulai dari Irjen Pol Ferdy Sambo, Kombes Pol Budhi Herdi Susanto, dan Brigjen Pol Hendra Kurniawan. Kapolri juga membentuk timsus untuk menuntaskan kasus ini yang diketuai langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono. Setelah dinonaktifkan, Irjen Ferdy Sambo juga akan menjalani pemeriksaan pada hari Kamis (4/8) mulai pukul 10.00 WIB. 

Pihak kepolisian menyatakan bahwa pemeriksaan dan penyidikan tidak akan berhenti dan bisa akan terus berkembang, termasuk adanya dugaan pelecehan seksual. Pasalnya, masih ada sejumlah saksi yang belum diperiksa, salah satunya adalah istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.[]