News

Dijenguk Jokowi hingga Jalani Operasi, 5 Fakta Lanjutan Kasus Penusukan Wiranto


Dijenguk Jokowi hingga Jalani Operasi, 5 Fakta Lanjutan Kasus Penusukan Wiranto
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto bersama tokoh Papua memberikan keterangan mengenai situasi terkini provinsi Papua dan Papua Barat di Media Center Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019). Menkopolhukam Wiranto bertemu dengan tokoh-tokoh Papua membicarakan kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan di Papua dan Papua Barat. Wiranto juga menjamin para pelaku kerusuhan tak akan ada yang lolos dari jerat hukum. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kabar mengejutkan datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Ia menjadi korban penusukan oleh orang tidak dikenal pada Kamis (10/10), saat dirinya hendak bertolak ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla'ul Anwar, di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Banten.

Akibat dari peristiwa tersebut, Wiranto bersama Kapolsek Menes Kompol Daryanto dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang, untuk menjalani pemeriksaan akibat luka tusuk yang diderita oleh keduanya. Menurut informasi, saat ini Wiranto telah dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, untuk menjalani perawatan yang lebih intensif.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta lanjutan kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto.

1. Dijenguk Jokowi

Mengetahui insiden yang menimpa Menko Polhukam tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung bertolak menemui Wiranto yang tengah menjalani perawatan secara intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Jokowi juga berpesan agar masyarakat Indonesia turut mendoakan Wiranto agar lekas diberi kesembuhan.

2. Dioperasi

Akibat dari peristiwa tersebut, Wiranto mengalamai dua luka tusukan di bagian perutnya. Mantan Panglima ABRI tesebut pun kabarnya telah menjalani operasi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Penanganannya menghabiskan waktu sekitar 2 jam.

3. Pelaku berjumlah 2 orang

Dalam peristiwa tersebut, pihak kepolisian Banten kini sudah melakukan penangkapan terhadap pelaku yang berjumlah dua orang. Adapun keduanya yakni bernama Fitri Adriana, serta Syahril Alamsyah alias Abu Rara. Keduanya diduga merupakan sepasang suami istri yang tinggal di Kampung Sawah, Kabupaten Pandeglang.

4. Pelaku diduga terkait ISIS

Kedua pelaku penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto tersebut sementara masih diduga termasuk dalam jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Selain itu, pihak kepolisian juga menduga keduanya merupakan anggota yang tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

5. Motif pelaku masih diselidiki

Hingga saat ini, Polres Pandeglang bersama jajaran Polda Banten dan Densus 88 Antiteror masih menyelidiki dan mendalami motif para pelaku dalam insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto tersebut.

Itulah deret fakta lanjutan kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Semoga kasus tersebut tidak terjadi kembali.[]