News

Novel Baswedan Diisukan Tak Lolos TWK KPK, Teddy Gusnaidi: Itu Artinya Dia Tidak Kompeten

"@novelbaswedan wawasan kebangsaannya rendah, tapi dia salahkan pihak lain," ujarnya.


Novel Baswedan Diisukan Tak Lolos TWK KPK, Teddy Gusnaidi: Itu Artinya Dia Tidak Kompeten
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual (Istimewa)

AKURAT.CO, Diisukan nama penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai bagian dari proses alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN), membuat Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi turut bicara.

"@novelbaswedan itu hanya karyawan KPK, tidak lebih dan tidak kurang. Kalau dalam test dia tidak lulus, artinya dia tidak kompeten," tulis dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @TeddyGusnaidi pada Jumat (7/5/2021).

Lantas, ia menyoroti pihak yang menyebut ketidaklulusan Novel sebagai bagian untuk melemahkan KPK.

"Lalu urusan dengan melemahkan KPK apa? Wong selama ada dia KPK lemah kok, makanya dicari yang kompeten agar KPK tidak lemah. Apalagi ini perintah UU," kata dia.

Novel dinilai wawasannya soal kebangsaan rendah. Sebab isu dirinya ini justru membuat Novel mengkritik.

"Dengan merengek ke publik, maunya di luluskan walaupun wawasannya rendah? Kalau begini, tujuannya bukan untuk memberantas korupsi, tapi menyelamatkan periuk nasi," ujarnya.

Teddy pun mengibaratkannya seperti 'Buruk wajah cermin dibelah' atau 'Karena tak pandai menari, lalu lantai disalahkan'.

"@novelbaswedan wawasan kebangsaannya rendah, tapi dia salahkan pihak lain dengan alasan ingin menyingkirkan orang baik dan berintegritas. Seolah-olah mau klaim dia orang baik dan berintegritas," paparnya.

Menurut Teddy, selama ini KPK adalah lembaga yang sangat lemah. Kasus besar banyak, tapi gak mampu mereka tangani. 

"Dana untuk KPK dibanding dengan hasil kerja KPK bagaikan langit dan bumi. Artinya apa? Artinya orang-orang di dalam KPK kebanyakan orang-orang yang tidak kompeten," ujarnya.

Maka, pilihan KPK hanya ada dua, dibubarkan karena menjadi lembaga mubazir atau reformasi KPK. 

"Kalau reformasi KPK, maka harus mulai di saring, mana orang-orang yang punya integritas dan mana yang tidak punya. Yang tidak punya integritas, ya tendang dari KPK! @novelbaswedan," katanya.

Kata Teddy, Novel adalah salah satu karyawan KPK yang akan dikeluarkan karena tidak lulus test, maka Novel harus menerimanya.

"Ya terima saja, jangan malah merengek dan buat framing, seolah-olah selama ini dia hebat. Dia gak hebat dan KPK juga gak hebat, jadi harus di isi oleh orang-orang hebat," ujarnya.

Ia pun lantas mengingatkan agar jangan sampai KPK akhirnya mengalah hanya karena framing dan rengekan Novel. 

"Sudah KPK nya lemah, ditambah lagi jika mempertahankan orang-orang yang kurang punya wawasan. Ya mau tidak mau KPK harus dibubarkan," katanya.

"So.. mari bersih-bersih @KPK_RI, jangan beri sedikitpun ruang bagi para karyawan yang kurang berwawasan dan kurang memiliki integritas ada di dalamnya. Bisa jadi KPK lemah selama ini karena memiliki karyawan yang kurang punya wawasan dan kurang punya integritas," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Novel menganggap ada upaya menyingkirkan orang-orang berintegritas dari KPK dengan tidak diloloskannya puluhan pegawai KPK itu.

"Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh pimpinan KPK sendiri," ujar Novel.

Sebelumnya, diinformasikan bahwa KPK segera mengumumkan hasil tes wawasan kebangsaan pegawainya dalam proses alih status menjadi ASN sebagai bentuk transparansi.

"Saat ini, hasil penilaian asesmen TWK (tes wawasan kebangsaan) tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK," kata Sekjen KPK Cahya H. Harefa.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co