News

Dihantam PPKM Darurat dan Level 4, 125 Hotel dan Resto di DIY Kibarkan Bendera Putih  

Tak kurang dari 125 hotel dan restoran di bawah naungan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY berhenti beroperasi sementara waktu.


Dihantam PPKM Darurat dan Level 4, 125 Hotel dan Resto di DIY Kibarkan Bendera Putih  
Anggota kepolisian menjaga jalan yang ditutup saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Tak kurang dari 125 hotel dan restoran di bawah naungan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memilih untuk berhenti beroperasi sementara waktu. Semenjak berlakunya masa PPKM Darurat, mereka sulit menjalankan usahanya.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menuturkan, setelah PPKM Darurat berlaku 3 Juli kemarin, satu per satu hotel dan resto kembali bertumbangan. Terlebih, mereka yang bertahan kini harus menghadapi PPKM Level 4.

"Dulu waktu awal pandemi sudah 100, sekarang ada tambahan 25 hotel dan restoran yang tutup, totalnya sudah 125 hotel dan restoran sementara tak beroperasi," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono, Kamis (22/7/2021).

baca juga:

Kata Deddy, sejak 3 Juli itu hotel dan resto mengalami penurunan pemasukan hingga nihil pendapatan. Sementara jika memilih untuk tetap beroperasi, mereka harus menanggung biaya operasional harian yang mencapai Rp1,5 juta - Rp40 juta, tergantung kelasnya.

Baca Juga: Terpukul! Pengusaha Hotel dan Restoran Tuntut Subsidi Listrik Hingga Gaji Karyawan

"Contoh gaji karyawan, listrik, tagihan BPJS dan lainnya," urai Deddy.

Padahal, hotel dan resto itu bisa sedikit bernapas sebelum PPKM Darurat diberlakukan. Bahkan tingkat okupansi sempat mencapai 20 persen, baik bintang maupun nonbintang. Namun, setelah pembatasan mobilitas level darurat berjalan, tingkat hunian terjun bebas ke angka 0-6 persen saja.  

Hotel dan resto akhirnya tak punya banyak pilihan selain menghentikan sementara operasinya, di samping merumahkan karyawannya.

"Saat ini sekitar 30 ribu karyawan yang terdampak. Karena hotel-resto yang masih buka itu sudah merumahkan juga. Yang dipekerjakan kan sekarang tinggal 40 persen," paparnya.

Miris, ketika tak sedikit dari mereka yang dirumahkan itu adalah tulang punggung keluarga masing-masing. Maka dari itu PHRI meminta kepada pemerintah agar para pelaku industri pariwisata khususnya bidang perhotelan mendapat solusi atas keterpurukannya saat ini.