News

Dihantam Covid-19, Korea Utara Jemput Pasokan Medis dari China

Korea Utara telah mengirimkan pesawatnya ke China dan menjemput pasokan medis dari negara tetangganya tersebut.


Dihantam Covid-19, Korea Utara Jemput Pasokan Medis dari China
Seorang karyawan dari Kantor Manajemen Obat Distrik Daesong di Pyongyang memberikan obat kepada seorang penduduk, pada Senin (16/5), di tengah upaya negara untuk menghentikan penyebaran penyakit di Pyongyang ( AP Photo/Jon Chol Jin)

AKURAT.CO Korea Utara (Korut) telah mengirimkan pesawatnya ke China dan menjemput pasokan medis dari negara tetangganya tersebut. Media Korea Selatan (Korsel), termasuk Yonhap mengungkap laporan itu pada Selasa (17/5), atau beberapa hari usai Korut mengonfirmasi wabah Covid-19 pertamanya. 

Menurut Yonhap, setidaknya tiga pesawat dari maskapai pemerintah Air Koryo telah diterbangkan pada Senin (16/5), dari Korut ke Kota Shenyang. Hari berikutnya, dalam penerbangan internasional pertamanya sejak pandemi, pesawat-pesawat itu kemudian kembali dengan persediaan medis dari China, ungkap sumber yang tidak disebutkan namanya oleh Yonhap.

"Mereka dapat mengoperasikan penerbangan tambahan karena jumlah yang mereka kirimkan kali ini tampaknya tidak cukup," kata Yonhap mengutip sebuah sumbernya.

baca juga:

Sebagaimana diketahui, Korut saat ini sedang 'kocar-kacir', bergulat dengan wabah Covid-19 pertama yang diakui. 'Ledakan penularan dan kasus demam' ini mulai dikonfirmasi pekan lalu, dua tahun lebih usai pandemi menyerang secara global.

Meski baru mengonfirmasi, tetapi banyak pihak telah khawatir dengan situasi Korut. Mengingat di negara terisolasi itu, vaksin Covid-19 menjadi barang langka dan infrastruktur medis dilaporkan sangat kurang.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri China, sementara itu, mengaku tidak tahu-menahu soal laporan Yonhap. Beijing juga tidak merinci bantuan apa saja yang mereka berikan ke Korut.

Namun, China sebelumnya telah mengatakan akan membantu Korut untuk memerangi pandemi jika diminta.

Selain Yonhap, NK News juga melaporkan apa yang terlihat sebagai upaya kerja sama Korut-China untuk mengatasi wabah. Surat kabar yang berbasis di Korsel itu mengatakan bahwa berdasarkan citra satelit, tampak aktivitas yang tidak biasa terjadi di sekitar bandara internasional di ibu kota Pyongyang. Kegiatan ini, kata NK  News, berlangsung pada hari Minggu (15/5), sebagai tanda kemungkinan persiapan untuk penerbangan.

Pada Senin malam, Korut melaporkan total 1,48 juta orang dengan gejala demam. Angka ini, menurut KCNA, termasuk 56 kasus kematian yang dilaporkan. KCNA tidak menyebutkan berapa banyak orang yang dinyatakan positif Covid-19.