Ekonomi

Dihadapan Wak Rakyat, Kementerian ESDM Akui Produksi Timah Indonesia Masih Kecil

Produksi timah di tahun 2022 yaitu sebesar 70 ribu ton logam timah dengan realisasi produksi pada Mei 2022 adalah 9,65 ribu ton.


Dihadapan Wak Rakyat, Kementerian ESDM Akui Produksi Timah Indonesia Masih Kecil
Balok timah siap ekspor (Dokumentasi)

AKURAT.CO, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengungkapkan realisasi terbaru produksi industri timah.

Ridwan mengatakan sampai saat ini realisasi produksi timah tahun 2022 baru 9,65 ribu ton per Mei 2022. Dimana masih jauh dari rencana produksi timah di tahun ini sebesar 70 ribu ton logam timah.

"Produksi timah di tahun 2022 yaitu sebesar 70 ribu ton logam timah dengan realisasi produksi pada Mei 2022 adalah 9,65 ribu ton," kata Ridwan saat RDP dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (21/6/2022).

baca juga:

Ia mengungkapkan, sebanyak 98 persen produksi logam timah Indonesia masih diekspor. Pada tahun 2021, realisasi produksi logam timah mencapai 34,61 ribu ton, hanya 3,19 ribu ton yang dapat diserap dalam negeri.

"Logam timah hasil pertambangan memang diizinkan untuk diekspor namun harus memenuhi batasan minimum pengolahan dan pemurnian yaitu 99,9 persen (kandungan timah)," katanya.

Ridawn kemudian mengatakan potensi bahan baku timah Indonesia cukup besar untuk kontribusi dunia.

 Ia mengatakan bahwa total cadangan timah dunia saat ini mencapai 4.741.000 Ton logam. Dari jumlah tersebut kontribusi cadangan timah Indonesia mencapai 800 ribu ton atau 17% dari cadangan timah dunia.

Sementara itu, kontribusi cadangan timah China terhadap dunia mencapai 23%, Brazil 15%, dan Australia 8%. 

"Timah nomor dua di dunia, nomor satu China, tidak ada yang bisa lawan China dan cadangan kita logam ada 800 ribu ton cadangan timah," kata Ridwan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Selasa (21/6/2022).

Ia menjelaskan  saat ini 91% cadangan logam timah terdapat di Kepulauan Bangka Belitung. Adapun saat ini terdapat 482 Izin Usaha Pertambangan (IUP) timah, dengan hanya 2 IUP eksplorasi dan 280 IUP operasi produksi.[]