Ekonomi

Dihadapan Komisi XI, Menkeu Yakin Ekonomi Tahun 2021 Tumbuh 4 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakini pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2021 dapat mencapai 4 persen.


Dihadapan Komisi XI, Menkeu Yakin Ekonomi Tahun 2021 Tumbuh 4 Persen
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakini pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2021 dapat mencapai 4 persen.

Hal ini sejalan dengan berbagai indikator pemulihan ekonomi yang turut menopang pertumbuhan ekonomi di keseluruhan tahun. Dengan perhitungan, apabila kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV dapat mencapai 5 persen.

“Beberapa indikator estimasi dari Badan Kebijakan Fiskal, pertumbuhan ekonomi di triwulan IV-2021 ada di sekitar lima persen, jadi kami berharap keseluruhan tahun pertumbuhan akan di sekitar empat persen," katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

baca juga:

Secara rinci, keyakinan tersebut berdasarkan beberapa indikator seperti perkembangan konsumsi yang sangat kuat, investasi yang menunjukkan pemulihan, pertumbuhan kredit pulih sangat tinggi, dan belanja Pemerintah Pusat dan Daerah pada triwulan IV-2021 yang sangat kuat.

"Ini yang menurut kami akan memberi dampak pada performa pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2021 yang menyebabkan keseluruhan tahun sangat kuat," lanjutnya.

Lalu, aktivitas investasi meningkat seiring membaiknya supply chain dan penyelesaian proyek strategis nasional.  Ekspor dan Impor diperkirakan masih tumbuh tinggi hingga kuartal IV/2021, terutama kinerja ekspor non-migas. 

Meski demikian, Menkeu menyebut masih ada risiko selain risiko varian Omicron, seperti risiko global yang meningkat, terutama terkait percepatan tapering off AS, meningkatnya tekanan inflasi global, serta perlambatan ekonomi di China.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2021 di kisaran 3,7 persen hingga 4,5 persen. Proyeksi itu mengalami revisi, dari sebelumnya dengan perkiraan tertinggi 4,3 persen, karena pemerintah yakin kinerja perekonomian dapat tumbuh lebih baik.

Sementara, pertumbuhan ekonomi 2022 ditargetkan dapat mencapai 5,2 persen. Target ini sejalan dengan proyeksi dari sejumlah lembaga internasional seperti IMF (5,9 persen), OECD (5,2 persen), dan World Bank (5,2 persen).   

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi di 2022 tetap akan bergantung pada keberhasilan pengendalian pandemi yang didukung kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, menjalankan vaksinasi, dan membatasi kerumunan, kemudian respons kebijakan ekonomi yang tepat dari sisi fiskal dan moneter serta penciptaan lapangan kerja dan kesiapan bertransformasi.[]