Ekonomi

Dihadapan DPR, Erick Pamer 4 Lessor Besar Setuju Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia

Erick: Kita sudah mendapat dukungan 4 lessor, yang masih progress 35 lessor. Ini yang lagi kita dorong supaya mayoritas bisa mendukung restrukturisasi.


Dihadapan DPR, Erick Pamer 4 Lessor Besar Setuju Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan setidaknya ada empat lessor telah menyetujui proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ia pun mengaku optimis lantaran proses PKPU ini masih akan diperpanjang selama 60 hari sampai dengan 21 Maret 2022.

Ia menambahkan, masih ada 35 lessor yang hingga kini dalam tahap negosisasi untuk dapat menyetujui proses PKPU yang diajukan. Katanya, saat ini proses verifikasi tagihan juga dapat berjalan secara paralel dengan proses penyusunan dan negosiasi Rencana Perdamaian yang diajukan Garuda Indonesia.

"Kita sudah mendapat dukungan empat lessor, yang masih progress ini 35 lessor. Ini yang lagi kita dorong supaya tentu bisa mayoritas mendukung restrukturisasi. Tapi good news-nya empat lessor yang sudah menyetujui ini adalah para lessor besar," jelasnya dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

baca juga:

Ia menyebut, perseroan juga telah melakukan distribusi rancangan Rencana Perdamaian kepada seluruh kreditur. Erick berharap dalam prosesnya nanti ada tambahan paling tidak tiga lessor lainnya sehingga mayoritas dari mereka telah menyetujui proses PKPU sebagai upaya restrukturisasi perseroan.

"Jadi secara persentase kalau kita bisa mendapat tambahan tiga lessor, ini artinya mayoritas lessor menyetujui. Sisa yang banyak itu kecil-kecil lessornya. Inilah kenapa kita fokus negosiasi kepada lessor ini, karena ini lah pentingnya payung hukum di PKPU," tutur Erick.

Menurutnya, momentum ini juga akan dijadikan sebagai upaya perbaikan sistem yang ada di Garuda Indonesia. Apalagi sebelumnya maskapai Filipina Air juga telah mengumumkan mereka berhasil merestrukturisasi utangnya yang mencapai USD2 miliar sehingga bisa menjadi contoh dalam memperbaiki Garuda Indonesia.

"Tentu contoh keberhasilannya sudah ada, kemarin seperti Filipina Air mereka sudah announce mereka berhasil merestrukturisasi sampai USD2 miliar. Tentu momentum ini kita akan dorong supaya tadi, terjadi perbaikan daripada sistem atau constructure darie Garuda," pungkas dia. 

Sebelumnya, Direktur Utama perseroan mengatakan perpanjangan proses PKPU yang dilakukan secara aklamasi itu atas permintaan dari debitur dan mayoritas kreditur. 

“Waktu tambahan ini memberikan kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat untuk menuntaskan verifikasi dan memastikan proses PKPU berjalan sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Perpanjangan ini juga sekaligus memberi kami waktu untuk menyiapkan rencana perdamaian yang lebih matang melalui negosiasi yang semakin intens dan konstruktif," kata Irfan beberapa waktu lalu.