News

Digugat Rp100 M! Ini 5 Fakta Penting Kasus Haris Azhar dan Luhut Binsar Pandjaitan 

Haris dijerat dengan UU ITE


Digugat Rp100 M! Ini 5 Fakta Penting Kasus Haris Azhar dan Luhut Binsar Pandjaitan 
Direktur Lokataru Foundation, Haris Azhar, saat ditemui usai diskusi di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Haris Azhar dan Luhut Binsar Pandjaitan mendadak menjadi perbincangan warganet di sejumlah media sosial. Pasalnya, seteru keduanya kini telah memasuki babak baru.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kini melaporkan Haris Azhar atas dugaan pencemaran nama baik. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting kasus yang melibatkan Luhut Binsar Pandjaitan dan Haris Azhar. 

1. Dimulai dari unggahan video

Kasus tersebut dimulai dari unggahan video Haris Azhar di kanal YouTube miliknya. Video tersebut diunggah dengan judul ‘Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Pos Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada’. Sedangkan video tersebut diunggah pada hari Jumat (20/8) lalu. Dalam video tersebut, Haris Azhar muncul bersama tamunya, Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti. 

2. Dituding ada campur tangan pejabat di Papua

Video berdurasi 16 menit 51 detik tersebut memberikan penjelasan terkait adanya campur tangan sejumlah pejabat dan purnawirawan TNI AD di balik bisnis tambang emas di Papua. Selain itu, sejumlah pejabat tersebut juga diduga terlibat dalam rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua. Berbagai pejabat tersebut disebut terlibat melalui sejumlah perusahaan, termasuk salah satunya PT Tobacom Del Mandiri atau anak perusahaan milik Luhut, Toba Sejahtera Group. 

3. Layangkan somasi 

Pada hari Selasa (24/8), Luhut melalui Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, meminta Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti untuk melakukan klarifikasi atas tudingan tersebut. Jodi juga menyebutkan bahwa video tersebut bisa menimbulkan fitnah. Somasi ini pun dilayangkan sebanyak dua kali, pada tanggal 26 Agustus dan 2 September 2021 lalu. 

4. Menggugat hingga Rp100 miliar

Setelah melakukan somasi, Luhut akhirnya melakukan gugatan kepada Haris Azhar dan Fatia. Melalui kuasa hukumnya, Juniver Girsang, Luhut melayangkan gugatan perdata sekaligus menggugat Rp100 miliar kepada Haris dan Fatia. Juniver juga menyatakan bahwa video tersebut menimbulkan nama baik kliennya tercemar. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa seharusnya kebebasan berekspresi dilakukan dengan etika dan martabat.  

5. Dijerat UU ITE

Pada hari Rabu (22/9), pihak kepolisian menyatakan telah menerima laporan tersebut. Bahkan, laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Sub Direktorat Siber pada Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya dengan melakukan penyelidikan awal. Nantinya, pihak kepolisian juga akan memanggil sejumlah saksi. Sedangkan Haris dan Fatia dilaporkan atas pelanggaran Pasal 45 Juncto Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Luhut menyatakan bahwa keputusan untuk melayangkan gugatan bukan untuk melakukan kriminalisasi melainkan untuk memberiak pelajaran bahwa setiap tindakan harus dipertanggungjawabkan. []