News

Digeruduk Warga, Ini 5 Fakta Mengejutkan Aliran Sesat di Pasuruan

Fakta aliran sesat di Pasuruan.


Digeruduk Warga, Ini 5 Fakta Mengejutkan Aliran Sesat di Pasuruan
Ilustrasi aliran sesat (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Sebuah aliran sesat muncul di Pasuruan, Jawa Timur. Kelompok yang berkembang di Desa Cobanblimbing, Wonorejo, Pasuruan ini dilaporkan juga telah menyebabkan keresahan bagi warga sekitar. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.Co mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait aliran sesat di Pasuruan. 

1. Mengaku bisa berkomunikasi dengan Allah

MUI Purwosari, Wonorejo, Pasuruan, Polsek Purwosari dann aparat kecamatan langsung mengecek ke lokasi kelompok aliran sesat ini berkumpul. Berdasarkan pengecekan, kelompok ini biasa berkumpul di sebuah warung di Purwosari. Mereka mengaku jia bisa langsung berkomunikasi dengan Allah. Selain itu, mereka tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul, tidak mengucapkan kalimat syahadat, tidak mengakui hadis, tidak mengaki Al-Quran berbahasa Arab hingga tidak mengakui rukun Iman dan Islam. 

baca juga:

2. Digeruduk warga

Kedatangan pihak berwajib serta pihak MUI ke Desa Cobanblimbing ini merupakan tanggapan dari laporan warga sekitar. Warga desa Cobanblimbing memang mengaku resah dengan keberadaan kelompok ini dan berahrap segera meninggalkan desa mereka. Bahkan, pada hari Minggu (15/5) lalu, sejumlah warga menggeruduk lokasi berkumpulnya kelompok ini hingga membuat sejumlah anggota kelompok ini memutuskan untuk pergi dari lokasi. 

3. Berawal dari sakit

Pemimpin kelompok ini, Mahfudijanto mengaku jika awal mula aliran ini adalah ketika ia berhasil sembuh dari kelumpuhan yang dialaminya. Ia mengaku jika sebelumnya ia hidup dengan kemaksiatan. Namun kemudian ia bertobat yang mengakibatkannya terkena azab berupa lumpuh total sekitar 15 tahun lalu. Setelah itu, ia mengaku mendekatkan diri kepada Allah dan secara perlahan ia bisa kembali berjalan. 

4. Miliki belasan pengikut

Setelah didatangi oleh otoritas setempat, sang pemimpin kelompok, Mahfud, bersedia untuk diwawancarai. Dalam wawancara tersebut, Mahfud mengaku jika kelompok aliran sesat tersebut telah memiliki belasan pengikut di 4 kecamatan sekitar. Dari 12 penggikut tersebut, 3 di antaranya adalah anggota keluarganya yaitu anak, saudara dan keponakannya. Sedangkan Mahfud mengaku tidak berhasil meyakinkan istrinya untuk mengikuti aliran sesat yang dipimpinnya. 

5. MUI sebut aliran sesat

Berdasarkan hasil rapat MUI Kabupaten Pasuruan, kelompok yang dipimpin oleh Mahfudijanto ini ditentukan sebagai aliran yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Pasalnya, dari sejumlah indiaktor mulai dari tidak mengakui rukun Iman dan Islam, hanya berguru ke Allah telah membuat ajaran kelompok ini telah menyimpang dari Agama Islam. MUI juga telah berupaya untuk menyadarkan kelompok tersebut namun tidak mendapat titik temu. 

Jika nantinya kelompok tersebut tidak mau bertobat atau tetap dengan ajarannya, maka MUI akan segera mengambil langkah hukum sesuai dalam pasal penodaan agama. []