News

Digempur Turki hingga Dikhianati AS, ini 5 Fakta Menarik Bangsa Kurdi


Digempur Turki hingga Dikhianati AS, ini 5 Fakta Menarik Bangsa Kurdi
Protes di Berlin menentang invasi Turki ke timur laut Suriah. Pendukung Kurdi di seluruh dunia telah berkumpul untuk menghentikan serangan terhadap Rojava. (TheTelegraph)

AKURAT.CO, Beberapa waktu ini, berbagai media internasional tengah ramai mengulas operasi militer yang dilancarkan oleh Turki untuk memerangi 'musuh bebuyutannya' yaitu, pasukan Kurdi di Suriah utara. Meletusnya konflik suku Kurdi dengan Turki ini pun tidak lepas dari keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk menarik pasukannya dari Suriah.

Keputusan Trump ini pun dianggap sebagai bentuk pengkhianatan lantaran selama ini pasukan Kurdi telah menjadi sekutu AS dalam memberantas ISIS. Dengan krisis yang tidak ada habisnya ini, warga dunia pun makin dibuat penasaran dengan berbagai hal terkait dengan suku Kurdi.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Minggu (20/10) merangkum 5 fakta menarik bangsa Kurdi.

1. Salah satu etnis terbesar Timur Tengah yang tidak mempunyai negara

Digempur Turki hingga Dikhianati AS, ini 5 Fakta Menarik Bangsa Kurdi - Foto 1
ISTIMEWA

Tidak seberuntung bangsa Yahudi yang mendiami Israel, setidaknya selama 80 tahun terakhir ini, suku Kurdi masih berjuang untuk melegalkan Kurdistan sebagai sebuah negara. Alhasil, hingga kini, Kurdistan hanya digambarkan sebagai 'wilayah geo-budaya' Timur Tengah lantaran banyaknya jumlah populasi Kurdi yang mendiami wilayah tersebut. Padahal dengan jumlah mencampai hampir 30 juta jiwa, suku Kurdi dinobatkan sebagai salah satu etnis terbesar dunia serta terbesar keempat yang mendiami Timur Tengah.

Status terombang-ambingnya bangsa Kurdi ini pun sebenarnya tidak lepas dari campur tangan Kekaisaran Ottoman Turki dalam Perang Dunia (PD) I. Pasalnya, setelah PD I berakhir, Turki yang saat itu akhirnya berhasil mendirikan negara justru mengkhianati Kurdi dan menolak Perjanjian Sevres yang berisi pendirian negara Kurdistan.

Turki awalnya berjanji akan memberikan wilayah pada suku Kurdi jika membantu melawan invansi Barat pada PD I. Namun, saat kekhalifahan Turki Usmani, melalui Perjanjian Sevres, negara itu dipertimbangkan untuk dibentuk. Kurdistan pun makin tidak jelas nasibnya setelah adanya Perjanjian Lausanne pada 1923 yang menetapkan perbatasan Turki modern. Alhasil bangsa Kurdi menjadi kelompok minoritas di negara-negara baru di sekitar kawasan Turki, seperti di Iran, Irak, Armenia, serta Suriah.

2. Adanya penindasan besar-besaran pada bangsa Kurdi

Digempur Turki hingga Dikhianati AS, ini 5 Fakta Menarik Bangsa Kurdi - Foto 2
Reuters

Selama bertahun-tahun, pemerintah Turki memang secara gamblang menekan etnis Kurdi hingga upaya penghapusan identitas etnis Kurdi dengan cara seperti melarang nama serta pakaian Kurdi, hingga penggunaan dan tulisan bahasa Kurdi. Bahkan, bagi mereka, bangsa Kurdi disebut dengan 'Orang Turki Pegunungan'.

Namun, bentuk penghapusan identitas suku ini terlihat pada opresi penggunaan bahasa Kurdi tidak hanya di Turki, tetapi juga di negara-negara lain. Di Armenia misalnya, sejak Uni Soviet runtuh, Kurdi dideportasi dan bahasa Kurdi pun hilang. Kemudian, di Irak, jurnalis dan penulis Kurdi ditekan secara terus menerus di bawah rezim Saddam Hussein karena dianggap telah mempopulerkan bahasa Kurdi. Sementara di Suriah, sejak tahun 1958, otoritas Suriah melarang segala percetakan dalam bahasa Kurdi.

3. Kurdi Yazidi dianggap penyembah setan oleh ISIS

Digempur Turki hingga Dikhianati AS, ini 5 Fakta Menarik Bangsa Kurdi - Foto 3
The National

Selama penjajahan ISIS, Yazidi memang dikenal sebagai salah satu kaum yang paling diburu kelompok ekstremis tersebut. Aksi brutal ISIS pun telah menyebabkan ratusan bahkan ribuan Yazidi mengalami berbagai macam bentuk penindasasan mulai dari pengusiran, pemerkosaan, pembunuhan, hingga perbudakan.

Tindakan sewenang-wenang tersebut tidak lepas dari klaim ISIS yang menganggap bahwa Yazidi adalah penyembah setan. Sementara, Yazidi adalah komunitas agama minoritas Kurdi yang mempraktikkan agama sinkretisme dengan penggabungan beberapa agama serta kepercayaan seperti agama Kristen, Islam, serta Zoroastrianisme. Menariknya, para Yazidi tidak hanya percaya pada satu tuhan, tetapi juga meyakini bahwa dunia ini dijaga oleh tujuh malaikat, termasuk 'malaikat merak' bernama Melek Taus.

4. Dibunuh tentara wanita Kurdi dianggap sebagai 'tiket' ke neraka bagi ISIS

Digempur Turki hingga Dikhianati AS, ini 5 Fakta Menarik Bangsa Kurdi - Foto 4
CNN

Sudah menjadi rahasia umum bagaimana sepak terjang luar biasa dari pasukan bersenjata Kurdi, yakni Peshmerga, hingga pasukan Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dalam melawan militan ISIS. Namun, yang menarik dari angkatan bersenjata Kurdi adalah hadirnya pejuang wanita Kurdi yang kerap disebut Satuan Perlindungan Perempuan (YPJ).

Militer perempuan Kurdi ini bahkan sudah dikenal oleh dunia internasional sebagai prajurit yang tak kalah tangguhnya dengan tentara pria. Bahkan, uniknya, pejuang perempuan Kurdi ini sangat dibenci sekaligus ditakuti oleh prajurit ISIS.

Sumber juga menyebutkan bahwa setiap prajurit YPJ akan diperintahkan menyisakan satu butir peluru untuk bunuh diri jika ditangkap oleh ISIS lantaran mereka akan disiksa hingga diperkosa sebelum dibunuh. Oleh pasukan ISIS pun, para serdadu wanita Kurdi ini dianggap sebagai ancaman 'psikologis' tersendiri lantaran menurut komandan batalyon perempuan Peshmerga, pejuang ISIS beranggapan bahwa mereka yang tewas di tangan perempuan tidak bakalan akan masuk surga.

5. Oleh AS, Kurdi dianggap sebagai sekutu sekaligus teroris

Digempur Turki hingga Dikhianati AS, ini 5 Fakta Menarik Bangsa Kurdi - Foto 5
US News

Bagi para analis, masalah bangsa Kurdi memang sangat rumit. Pengamat politik Timur Tengah dan Afrika ternama dunia, Steven A. Cook, sepakat bahwa kita tidak bisa menyederhanakan suku Kurdi dengan satu arti saja. Bagi Cook, suku Kurdi bukan kelompok yang kohesif "dalam hal pandangan dunia, tujuan politik, serta hubungan dengan negara-negara tempat mereka tinggal".

Misalnya, Partai Buruh Kurdi (PKK) yang terus berkonflik dengan Turki demi memperoleh kemerdekaan atau otonomi Kurdi di wilayah tersebut dianggap oleh AS, Turki, serta beberapa negara lain sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO).

Isu ini pun makin kompleks saat PKK bekerja bersama dengan pasukan Peshmerga hingga YPG untuk membantu menyerang ISIS. Padahal, bagi AS, Peshmerga, YPG, bahkan SDF (Pasukan Demokratik Suriah yang juga beranggotakan etnis Kurdi) adalah sekutu loyal dalam memerangi ISIS.


Itulah 5 fakta menarik bangsa Kurdi yang selalu menjadi salah satu isu internasional paling menarik sekaligus paling rumit.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu