News

Dien Syamsuddin Dorong Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid-19 di Indonesia

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin mendorong penggunaan obat Ivermectin sebagai opsi terapi Covid-19.


Dien Syamsuddin Dorong Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid-19 di Indonesia
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang saat ini menjabat Ketua Center for Dialog and Cooperation among Civilization (CDCC), Din Syamsuddin, saat ditemui di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/7). (AKURAT.CO/Muslimin)

AKURAT.CO Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin mendorong penggunaan obat Ivermectin sebagai opsi terapi Covid-19. 

Dia menuturkan, meski bukan termasuk orang yang bukan ahli kesehatan, tapi meyakini bahwa obat yang ramai dibahas belakangan ini adalah obat yang dapat menjadi pilihan untuk menyembuhkan pasien terpapar Covid-19.

"Setelah membaca berbagai tulisan dari para ahli, dan mendengar langsung presentasi Dr. Pierre Kory, Chief Medical Officer of FLCCC Alliance, Amerika Serikat, saya langsung mengaitkan dengan Hadits Nabi Muhammad SAW bahwa setiap penyakit ada obatnya," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Dia mengatakan, uji coba Ivermectin untuk pasien Covid-19 di beberapa negara meyakinkan Ivermectin adalah solusi terhadap masalah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Kata dia, beberapa negara telah menjadikan Ivermectin sebagai salah satu terapi Covid-19. Misalnya Amerika Serikat dan India. Bahkan, di India, Ivermectin digunakan sebagai terapi saat kasus Covid-19 melonjak tajam. Akibatnya, angka penderita Covid-19 akibat Varian Delta turun drastis.

"Sehubungan dengan itu, saya mendorong para pakar kedokteran atau kesehatan Indonesia untuk mengkajinya secara mendalam, kritis dan objektif. Dan kepada Pemerintah Indonesia utk mempertimbangkan penggunaan Ivermectin sebagai pengganti vaksin yang ternyata belum dapat mengatasi dan memotong mata rantai penyebaran Covid-19," katanya. 

Lebih lanjut dia menerangkan, dirinya tergerak untuk mengusulkan penggunaan Ivermectin sebagai solusi tiada lain kecuali untuk kemaslahatan bangsa. Sebab, pil Ivermectin juga dapat dikonsumsi sebagai upaya pencegahan, maka ia sendiri juga mengkonsumsinya. 

Dien Syamsuddin berharap pemerintah dapat memudahkan prosedur dan proses izin dan masuknya bantuan 100 ribu yang merupakan bagian dari rencana 1 juta pil Ivermectin dari pihak di luar negeri kepada Muhammadiyah. 

"Barang (obat) tersebut sudah sebulan lebih tiba di Bandara Soekarno Hatta tapi belum dapat keluar. Saya mendapat konfirmasi bahwa pihak Muhammadiyah akan menyalurkan obat tersebut melalui seratusan Rumah Sakit Muhammadiyah yang menangani pasien Covid-19. Kiranya Pemerintah memudahkan upaya organisasi masyarakat untuk menyehatkan kehidupan bangsa," katanya. []