News

Didukung Starbucks, 3 Mantan Presiden AS Bersatu Bantu Pengungsi Afganistan

Para mantan pemimpin ini mendirikan 'Welcome.US', sebuah wadah yang menyatukan kelompok advokasi, pelaku bisnis di AS, dan para pemimpin lainnya.


Didukung Starbucks, 3 Mantan Presiden AS Bersatu Bantu Pengungsi Afganistan
Barack Obama, George W Bush, dan Bill Clinton. (Foto: NPR) ()

AKURAT.CO Tiga mantan presiden Amerika Serikat (AS), George W Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama 'berkoalisi' untuk mendukung para pengungsi Afganistan dievakuasi ke AS. Para mantan pemimpin ini beserta istri mereka telah mendirikan 'Welcome.US', sebuah wadah yang menyatukan kelompok advokasi, pelaku bisnis di AS, dan para pemimpin lainnya.

Dilansir dari Reuters, Welcome.US dirilis pada Selasa (14/9) dengan laman daring 'satu pintu' untuk memudahkan warga AS berdonasi, menampung keluarga pengungsi melalui aplikasi penyewaan rumah Airbnb, atau cara lainnya untuk membantu. Hal ini diungkapkan oleh John Bridgeland, seorang pejabat di pemerintahan George W Bush sekaligus salah satu ketua lembaga ini.

Puluhan ribu warga Afganistan telah tiba di AS melalui misi evakuasi. Kebanyakan dari mereka terancam bahaya jika tetap berada di bawah Taliban usai bekerja dengan pasukan AS dan pasukan sekutu atau dengan badan-badan AS dan internasional.

"Ribuan warga Afganistan berdiri bersama kami di garis depan untuk membantu menciptakan dunia yang lebih aman. Kini mereka butuh bantuan kami," ucap Bush dan istrinya, Laura.

Baca juga: Krisis Ekonomi Afganistan Mulai Terasa, Warga Ramai-ramai Jual Perabotan demi Sesuap Nasi

Menurut penyelenggara, dukungan lintas-partai mengalir untuk para pengungsi Afganistan, termasuk gubernur Republik dan Demokrat yang ikut menandatanganinya. Sejumlah pemimpin daerah dan negara bagian pun bersedia menyambut para pengungsi ke dalam komunitas mereka, meski imigrasi tetap menjadi isu yang memecah-belah di sejumlah wilayah.

Welcome.US juga mendapat dukungan dari lebih dari 280 orang dan entitas, termasuk perusahaan AS seperti Microsoft, Starbucks, Walmart, serta berbagai organisasi nirlaba, kelompok veteran, dan lembaga pemukiman kembali.

Pemerintahan Joe Biden berupaya untuk menampung sebanyak 50 ribu pengungsi di pangkalan militer di AS. Yang lainnya masih berada di pusat pemrosesan di dekat bandara AS, tempat mereka mendarat. Banyak juga yang masih berada di kamp sementara AS atau terjebak di negara ketiga di luar negeri.

Sejumlah organisasi pengungsi telah mendorong AS untuk mengadopsi program sponsor swasta atau komunitas untuk pengungsi individu, mirip dengan model yang digunakan di Kanada. Upaya sukarela nasional yang terkoordinasi ini sebagai salah satu cara untuk memulai proses tersebut.

"Kami ingin memanfaatkan momen ini dan kebutuhan besar untuk mengakses seluruh kapasitas di luar sana di AS untuk mendukung pengungsi Afganistan," ungkap Nazanin Ash dari Komite Penyelamatan Internasional.[]