News

Didukung Maju Nyapres 2024, Susi Pudjiastuti Sebut Belum Tawaran dari Parpol

Pesona mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti ternyata masih cukup diminati masyarakat Indonesia.


Didukung Maju Nyapres 2024, Susi Pudjiastuti Sebut Belum Tawaran dari Parpol
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendengarkan tanggapan anggota dewan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta (22/1). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi kinerja dan penyerapan anggaran 2017 serta penyampaian rencana program kerja KKP di 2018. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww/18.)

AKURAT.CO, Pesona mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti ternyata masih cukup diminati masyarakat Indonesia. Terbukti  Menteri Susi mendapat dukungan untuk mencalonkan sebagai presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Dukungan tersebut disampaikan dalam deklarasi komunitas pendukung Susi Pudjiastuti (Kopi Susi) di Jakarta Timur, Minggu (3/7/2022).

Menanggapi hal tersebut, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia itu pesimistis. Bagaimana tidak, sampai saat ini belum ada tawaran ke Susi untuk bergabung ke partai politik.

baca juga:

“Untuk saya melihat ini bukan political movement. Karena kalau kita mau political movement, kita nggak ada ruang. Kalau dibilang mereka ini kan partai di dunia maya. Kalau di Pangandaran kita punya partai ikan,” kata Susi di Griya Ardhya Garini, Jakarta, Minggu (3/7/2022). seperti dikutip dari Jabarnews.com.

Pemilik maskapai Susi Air ini menyampaikan, pengusungan lewat partai politik ada ketentuan dan tata caranya.

“2024 ini maksud calon kan capres-cawapres. Indonesia kan sudah terbentuk sistem. Sudah terbentuk aturan undang-undang dan cara. Semua tertulis, undang-undang ada juknisnya, ada pelaksanaan, semua ada lembaganya, sudah tertata,” tuturnya.

Susi mengungkapkan bahwa dirinya belum memenuhi ketentuan yang berlaku untuk diusung menjadi calon presiden. Salah satunya Susi belum memiliki partai pengusung.

Susi menambahkan, dirinya mesti realistis. Pencalonan presiden bukan hanya perlu memiliki pendukung di dunia maya, tapi juga memerlukan partai untuk menjadi kendaraan politiknya. []

Lihat Sumber Artikel di Jabarnews.com Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabarnewscom. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabarnewscom.