News

Didukung Emmanuel Macron, Joe Biden Siap Bertemu Vladimir Putin untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Didukung Emmanuel Macron, Joe Biden Siap Bertemu Vladimir Putin untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk pertahanan Ukraina atas kedaulatan dan integritas teritorialnya. (EPA via BBC)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengaku siap bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin jika ia tertarik mencari cara untuk mengakhiri perang. Namun, Putin belum melakukannya.

Dilansir dari BBC, pernyataan ini disampaikan Biden bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tengah berkunjung ke Gedung Putih. Kremlin pun menanggapinya dengan mengatakan Putin tetap terbuka untuk pembicaraan yang bertujuan 'memastikan kepentingan mereka'.

Namun, menurut juru bicara Dmitry Peskov, Moskow pasti tak siap menerima persyaratan AS.

baca juga:

"Apa sebenarnya yang ingin disampaikan Presiden Biden? Ia bilang negosiasi hanya mungkin dilakukan setelah Putin meninggalkan Ukraina. Ini memperumit pencarian dasar timbal balik untuk pembicaraan bahwa AS tak mengakui 'wilayah baru' di Ukraina," ungkapnya.

Sementara itu, Macron menegaskan persetujuannya dengan Biden bahwa mereka tak akan pernah mendesak Ukraina untuk berkompromi terhadap apa yang tak dapat mereka terima.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani pun mendukung perdamaian yang adil bagi Ukraina, tetapi harus melalui kemerdekaan Ukraina, bukan penyerahannya.

"Kremlin sekarang harus memberikan sinyal konkret daripada mengebom penduduk," tuturnya pada Jumat (2/12).

Dalam kunjungannya ke Ukraina, Uskup Agung Canterbury, Justin Welby juga mengatakan tak akan ada perdamaian sampai Rusia berhenti berbohong soal apa yang dilakukannya di Ukraina.

"Tak ada jalan maju berdasarkan kebohongan. Ada kekejaman yang dilakukan di sini," ucapnya di Bucha, tempat pasukan Rusia dituduh melakukan kejahatan perang dalam pembantaian ratusan warga sipil.

Tak sampai di situ, setelah melangsungkan pembicaraan di Gedung Putih, Biden dan Macron mengeluarkan pernyataan bersama yang menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk pertahanan Ukraina atas kedaulatan dan integritas teritorialnya. Mereka sepakat meningkatkan pengiriman sistem pertahanan udara dan berencana mengadakan konferensi internasional tentang Ukraina pada 13 Desember di Paris.

Beberapa jam sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengeluh bahwa negara-negara Eropa sejauh ini tak menawarkan sesuatu yang konkret terkait mediasi.

"Ngomong-ngomong, Macron selama 2 pekan terakhir rutin berkoar bahwa ia merencanakan pembicaraan dengan presiden Rusia," sindirnya.

Ia pun memuji mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang disebutnya mampu memecahkan masalah di masa lalu dan terlibat dalam dialog yang sebenarnya.[]