Ekonomi

Diduga Terlibat Bisnis PCR, Erick Thohir : Pejabat Memang Punya Risiko Difitnah

Menteri Erick akhirnya buka suara soal tudingan keterlibatannya dalam bisnis PCR yang belakangan sedang ramai dibicarakan.


Diduga Terlibat Bisnis PCR, Erick Thohir : Pejabat Memang Punya Risiko Difitnah
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya buka suara soal tuduhan keterlibatan dirinya dal bisnis PCR yang belakangan sedang ramai dibicarakan. 

Ia menyebutkan, pejabat memang berisiko menerima fitnah namun ia menegaskan bahwa apapun tuduhannya harus bisa dibuktikan dengan data-data yang jelas.

"Pejabat publik punya risiko menerima fitnah. Ini harus dibuktikan tak bisa menuduh sembarangan tanpa data," jelasnya Erick dalam acara Kick Andy Show, dikutip Senin (15/11/2021).

Erick mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui soal pendirian PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Ia juga menyatakan bahwa bisnis dirinya tidak memiliki rekam jejak di bisnis keaehatan namun dirinya dituduh seakan-akan untuk memperkaya diri. 

Ia pun menyebutkan bahwa sejak awal menjabat sebagai Menteri BUMN, dirinya diminta Presiden Jokowi untuk melepaskan seluruh jabatan yang melekat pada dirinya.

"Saya juga sudah melaporkan harta kekayaan saya secara transparan di KPK di pajak. Dan Alhamdulillah konsisten sampai hari ini kita salah satu pribadi yang melaporkan kekayaan dan pajak secara transparan," tegasnya.

Erick menambahkan, bahwa Kementerian BUMN yang dipimpinnya itu juga termasuk  salah satu Kementerian yang transparan dalam memberikan laporan harta kekayaan terhadap KPK. 

"Bukan saya saja seluruh direksi komisaris, bahkan saya tekankan waktu itu yang tadinya hanya holdingnya sekarang anak cucu harus melaporkan harta kekayaan. Kita transparan," lanjut Erick.

Terkait GSI yang berada dibawah Yayasan, Erick mengatakan apabila semua yayasan dituduh memperkaya diri sendiri maka menjadi anggapan buruk bagi pihak-pihak atau perusahaan-perusahaan yang menyisihkan hartanya untuk membantu orang lain atas nama yayasan.