News

Diduga Selewengkan Dana Sosial, Ini 5 Fakta Mengejutkan Pendiri ACT, Ahyudin

Fakta ahyudin.


Diduga Selewengkan Dana Sosial, Ini 5 Fakta Mengejutkan Pendiri ACT, Ahyudin
Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin saat konferensi pers di Menara 165, Jakarta, Senin (1/10). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Lembaga amal Aksi Cepat Tanggap atau ACT sedang jadi topik utama perbincangan publik. Lembaga yang berfokus pada aksi sosial ini diduga telah melakukan penyelewengan donasi. Salah satu pendirinya, Ahyudin, diduga juga melakukan aksi ini. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait sosok nama Ahyudin. 

1. Dirikan ACT bersama rekan

Ahyudin mulai mendirikan lembaga Aksi Cepat Tanggap pada tanggal 21 April 2005 silam. Aksi ini resmi dilucurkan awalnya sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Seiring berjalannya waktu, ACT terus melakukan ekspansi. Bahkan, Ahyudin dengan sejumlah rekannya berhasil mengenalkan ACT di lebih dari 100 kota atau kabuapten di Indonesia dan lebih dari 20 negara dunia. 

baca juga:

2. Inisiator sejumlah program

Popularitas ACT di dalam dan luar negeri tak lepas dari berbagai program yang diinisiasinya. Ahyudin juga menjadi salah satu sosok berpengaruh dalam mengawali berbagai aksi tersebut. Beberapa di anataranya dalah program pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat hingga bisnis spiritual Qurban, Zakat hingga Wakaf. 

3. Program peduli kemanusiaan

Banyak aksi lain yang juga didirikan atau dipengaruhi oleh sosok Ahyudin. Program tersebut tidak hanya terkait kepedulian terhadap kemanusiaan tetapi juga kegiatan tanggap darurat. Beberapa di antaranya adalah Program Emergenxy Rescue, Program Emergency Relief, Program Emergency Medic, hingga Program Recovery Fisik, Recovery Ekonomi hingga Recovery Sosial. 

4. Dirikan organisasi lain

Ahyudin juga sempat mendirikan sejumlah organisasi keagamaan dan amal. Beberapa di antaranya adalah Global Moeslim Charity sebagai Presiden. Ternyata, Ahyudin tidak hanya menjadi pemimpin di GMC, sosok kelahiran 11 Okobertersebut juga mendirikan sejumlah lembaga donasi mulai dari Global Wakafm Global Zakat, hingga Global Qurban. Ahyudin juga pendiri Masyarkat Relawan Indonsia atau MRI. 

5. Pergi dari perusahaan yang telah 17 tahun didirikan

Setelah 17 tahun hidup bersama dengan ACT, Ahyudin akhirnya memutuskan untuk hengkang dari ACT. Sejumlah spekulasi pun menguak terkait perpisahan Ahyudin kepada lembaganya tersebut. Salah satunya adalah ia dituding keluar karena telah menyalahgunakan fasilitas perusahaan dan mendapatkan gaji sangat besar. Namun dalam wawancara tanggal 1 Juli 2022 yang digelar oleh Tempo, ia menolak sejumlah tudingan tersebut.

Dari berbagai perjalanan kariernya di dunia kelembagaan, Ahyudin merupakan sosok yang yang berorientasi pada amal (Charity) dan juga memanfaatkan sumber daya lokal. []