News

Diduga Menista Agama Hindu, Empat Ormas Laporkan Desak Made Dharmawati ke Bareskrim Polri

Dugaan lenistaan Agama Hindu, Desak Made dilaporkan ke Bareskrim


Diduga Menista Agama Hindu, Empat Ormas Laporkan Desak Made Dharmawati ke Bareskrim Polri
Polisi melakukan penyisiran sekaligus penjagaan usai penyerangan di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Empat ormas Hindu Dharma melaporkan Desak Made Dharmawati dan pemilik akun Youtube ‘IstiqomahTV’ ke Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana penistaan agama Hindu dalam ceramahnya yang viral di media sosial 

Laporan tersebut terdaftar dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STTL/158/IV/2021/BARESKRIM dan Laporan Polisi Nomor : LP/B/0260/IV/2021/BARESKRIM.

Empat ormas Hindu Dharma itu terdiri dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA-KMHDI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, Jawa Barat, dan Aliansi Bhinneka Hindu Nusantara (ABHN).    

Sebelumnya, telah beredar dan viral di media sosial, suatu video yang ditayangkan oleh akun Youtube ‘IstiqomahTV’ berisi rekaman ceramah seorang wanita bergelar doktor bernama Desak Made Dharmawati.     

Dalam video berdurasi lebih dari 24 menit itu, Desak Made mengatakan berbagai hal tentang agama Hindu yang telah menyakiti perasaan umat Hindu.   

Beberapa bagian dari ceramahnya yang bernada melecehkan dan menistakan agama Hindu itu, antara lain, ia menyebutkan orang Hindu di Bali dalam kegiatan ibadahnya sering mengundang setan. 

Desak Made juga menyebutkan agama Hindu memiliki banyak tuhan. Selain itu dia juga mengatakan, Hindu adalah agama yang “diakal-akalin”.

Kemudian, pulau Bali bersama Negara-negara India, China dan Korea disebutnya sebagai setan terbesar. 

Atas berbagai ucapannya yang bernada melecehkan dan menistakan agama Hindu itu, Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI, I Putu Yoga Saputra mengatakan, sebagai seorang doktor yang menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi, Desak Made telah mengkhianati nilai-nilai semangat moderasi dan toleransi beragama yang sedang dibumikan di Indonesia. 

“Karena itulah, KMHDI tegas  menyatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Desak Made itu adalah sebuah pelanggaran hukum yang membahayakan sendi-sendi persatuan dan kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Yoga Saputra, usai bersama tiga ormas Hindu lainnya melaporkan kasus tersebut di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Lebih lanjut, Yoga Saputra mengatakan pihaknya telah menempuh jalur hukum agar tercipta efek jera pada seluruh masyarakat secara umum. 

“Kami harapkan laporannya dapat segera ditindaklanjuti secara tegas dan profesional oleh Bareskrim Polri. Sehingga penistaan-penistaan semacam ini terhadap agama apapun, diharapkan tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang,” ujarnya.    

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen FA-KMHDI, Bram Helier menjelaskan, selain melaporkan Desak Made Dharmawati, pihaknya juga telah melaporkan pemilik/admin akun channel Youtube dan Facebook “IstigomahTV”. 

Akun channel Youtube dan Facebook itu turut dilaporkan karena dinilai sebagai pihak yang pertama kali menyebarluaskan dan bertanggungjawab atas viralnya video berisi ceramah pelecehan atau penistaan terhadap agama Hindu oleh Desak Made Dharmawati.  

“Kami melaporkan pemilik atau admin akun Youtube dan Facebook tersebut. Karena kami melihat adanya kejanggalan atas unggahan video tersebut. Mengapa mereka baru sekarang mengunggahnya? Apa motivasi mereka sesungguhnya?,” ucap Bram Helier. 

Menurut Bram, ceramah yang terekam dalam video itu adalah kegiatan yang sudah terjadi pada dua tahun lalu. Namun mereka baru mengunggahnya saat ini dan menjadi viral, ketika umat Hindu Dharma sedang merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan yang berbarengan dengan umat Muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

Sedangkan Ketua PHDI Kota Cimahi Jawa Barat, Nyoman Sukadana menyatakan keprihatinnya atas peristiwa pelecehan dan penistaan agama Hindu yang dilakukan oleh orang berpendidikan tinggi. 

“Kami melaporkan mereka itu karena kami sebagai umat Hindu adalah warga negara yang taat hukum. Jadi kami memilih menempuh jalan hukum dan menyelesaikan kasus ini secara hukum, karena Indonesia ini adalah negara hukum,” ujar Nyoman Sukadana.

Karena itu, Sukadana berharap, melalui jalur hukum ini pihak-pihak terlapor mendapatkan kesempatan untuk memberikan pertanggung jawaban hukum atas apa yang telah mereka perbuat. Dan pada akhirnya proses peradilan akan dapat memberikan putusan hukum yang seadil-adilnya bagi para terlapor.

Di tempat yang sama, Koordinator Aliansi Bhinneka Hindu Nusantara, Gede Dharma menambahkan, pemeluk agama Hindu di Indonesia terdiri dari sangat banyak ragam etnis dan budaya.   

Karena itu agama Hindu di Nusantara menyerap sekaligus melebur dan menyatu dalam sendi-sendi kehidupan sosial budaya para penganutnya. 

“Sehingga di setiap daerah Nusantara, agama Hindu akan langsung menampakan budaya agama yang mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal para pemeluknya di daerah masing-masing," tuturnya. 

Kearifan lokal dalam budaya agama Hindu inilah yang sering disalahartikan dan disalahmengertikan oleh orang luar.

"Seperti diistilahkan sebagai memanggil setan sebagaimana disebutkan oleh Desak Made dalam ceramahnya itu,” pungkas Gede Dharma.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu