News

Diduga Hilangkan Rp5 T! Ini 5 Fakta Kasus Bos Fahrenheit Hendry Susanto

Platform Fahrenheit karena disebutkan telah melakukan investasi ilegal. 

Diduga Hilangkan Rp5 T! Ini 5 Fakta Kasus Bos Fahrenheit Hendry Susanto
Direktur Fahrenheit Hendry Susanto (YouTube/4D MAN)

AKURAT.CO Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pelaku penipuan trading telah diamankan oleh pihak kepolisian. Setelah sebelumnya, nama Doni Salmanan dan Indra Kenz, kini, pihak kepolisian telah menangkap bos perusahaan pengelola robot trading aplikasi Fahrenheit, Hendry Susanto. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan deretan fakta penting terkait kasus Hendry Susanto. 

1. Klaim perangkat lunak auto trading pertama

Platform auto trading Fahrenheit dikelola oleh PT FSP Academy Pro dengan mengeklaim sebagai peranglat lunak auto trading pertama di Indonesia. Platform ini menawarkan keuntungan secara konsisten dengan pengelolaan keuangan yang baik. Dalam laman resminya, PT FSP Academy Pro juga telah berkantor di Gedung Neo Soho Capital pada Oktober 2021 silam. Namun sejak Desember 2021, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan seluruh kegiatan platform Fahrenheit karena disebutkan telah melakukan investasi ilegal. 

baca juga:

2. Laporan sejumlah korban

Kasus penipuan trading auto pilot ini diawali dari laporan sejumlah korban penipuan berkedok aplikasi robot trading Fahrenheit ke Breskrim Polri. Sejumlah korban menyatakan sejak awal Maret 2022 lalu, korban tidak bisa melakukan pencarian dana hingga pembatalan pembelian. Bahkan, salah satu selebriti Tanah Air, Chris Ryan juga telah melaporkan investasi miliaran rupiah telah hilang seluruhnya. 

3. Dipanggil sebagai saksi

Dengan adanya sejumlah laporan tersebut, Bareskrim Polri akhirnya memanggil pendiri sekaligus pemilik robot trading Fahrenheit, Hendry Susanto. Namun, kehadiran Hendry pada hari Senin (21/3) tersebut masih berstatus sebagai saksi. Namun setelah menjalani pemeriksaan, akhirnya Bareskrim Polri menyatakan bahwa Hendry sebagai tersangka dan langsung ditangkap pada hari Senin malam. 

4. Tangkap seluruh petinggi Fahrenheit

Sebelum akhirnya menetapkan stasus sebagai tersangka dan menangkap Hendry, Polda Metro Jaya juga sebelumnya menangkap empat pelaku robot trading Fahrenheit yaitu D, IL, DB, dan MF. Tiga pelaku di antaranya sebelumnya ditangkap di wilayah Taman Anggrek, Jakarta Barat. Dan satu lainnya ditangkap di Alam Sutera, Tangerang. Sejumlah pelaku tersebut memiliki peran berbeda, mulai dari berperan mengajak, mengelola website, hingga menjadi admin. Sedangkan Hendry adalah Direktur PT FSP Akademi Pro. 

5. Korban capai 100 orang

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa terdapat lebih dari 100 orang yang menjadi korban investasi bodong platform robot trading Fahrenheit. Modus pelaku dalam melakukan aksinya adalah dengan memberikan garansi keuntungan berlipat hingga 50 persen dari total uang yang diinvestasikan. Selain itu, sejumlah korban menyatakan telah kehilangan uang dengan total mencapai Rp5 triliun. 

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami aksi penipuan dari robot trading Fahrenheit.[]