News

Diduga Menyuap Pejabat Dirjen Pajak, Petinggi Panin Bank Ditetapkan KPK Jadi Tersangka

Kini kasus tersebut masuk ke tahap penyidikan


Diduga Menyuap Pejabat Dirjen Pajak, Petinggi Panin Bank Ditetapkan KPK Jadi Tersangka
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Veronika Lindawati selaku petinggi dari Grup Panin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap di Dirjen Pajak Kementerian Keuangan (DJP). 

Penetapan tersangka ini dilakukan bersamaan dengan tersangka lainnya dengan dengan total 6 orang sekaligus.

"Setelah dilakukan pengumpulan informasi dan data serta ditemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke Penyidikan pada bulan Februari 2021, dengan menetapkan Tersangka" ujar Ketua KPK Firli Bahuri, Selasa (4/5/2021).

Keenam tersangka tersebut antara lain: Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019, Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak.

Kemudian, Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, Agus Susetyo selaku konsultan pajak, dan Veronika Lindawati selaku Kuasa Wajib Pajak.

Dikatakan Firli bahwa kasus ini bermula ketika tersangka APA dengan kewenangan yang melekat selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019 bersama-sama dengan DR selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

Keduanya melakukan pemeriksaan perpajakan juga tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku.

"APA bersama DR diduga melakukan pemeriksaan pajak terhadap 3 wajib pajak, yaitu PT GMP untuk tahun pajak 2016, PT BPI Tbk untuk tahun pajak 2016, dan PT. JB untuk tahun pajak 2016 dan 2017," ujar Firli

Dalam kasus ini, tersangka Veronika Lindawati sebagai perwakilan Bank Panin pada pertengahan tahun 2018 diduga menyerahkan uang sebesar SGD 500 ribu dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar. Uang tersebut diserahkan kepada Angin Prayitno dan Dadan Ramdani.

Sementara terkait Gunung Madu Plantation, Angin Prayitno dan Dadan Ramdani diduga menerima sejumlah uang Rp 15 miliar dari tersangka RAR dan AIM pada Januari-Februari 2018. Adapun terkait Jhonlin Baratama, Angin dan Dadan diduga menerima SGD 3 juta dari tersangka AS pada kurun waktu bulan Juli-September 2019.

Veronika sendiri saat ini masih menjabat sebagai Komisaris PT Panin Financial, Tbk. Dia juga diketahui memiliki jabatan di grup usaha Panin lainnya, yakni Komisaris PT Paninkorp (2010-sekarang) dan Komisaris PT Panin Investment (2010-sekarang). 

Selain itu Veronika juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Clipan Finance Indonesia Tbk (2007 sampai sekarang).

Terkait hal ini, pihak manajemen Bank Panin mengeluarkan pernyataan resmi ihwal kasus yang diduga menyeret salah satu pejabatnya itu.

Pertama, Bank Panin menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK dan akan bersikap kooperatif selama proses hukum tersebut. Pihaknya tidak bermaksud mendahului proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

Kedua, jika benar kasus tersebut terkait dengan pajak Bank Panin, pihaknya menegaskan akan tunduk dan patuh selama temuan pajak tersebut sesuai dengan aturan perpajakan yang berlaku.

Ketiga, bahwa selama proses pemeriksaan pajak tahun 2016, Bank Panin ikuti seluruh mekanisme dan prosedur yang benar. Bank Panin mengklaim selama ini adalah Wajib Pajak yang taat dan mengikuti seluruh aturan perpajakan.

Keempat, bahwa selama proses pemeriksaan dan upaya hukum perpajakan tahun 2016, pihak Bank Panin juga didampingi oleh lembaga yang berkompeten dan kredibel

Kelima, bahwa tidak benar jika ada pihak-pihak yang mengaku menerima hadiah atau janji dari kami, terkait urusan pajak tahun 2016.

"Kami sebagai perusahaan terbuka, memiliki tanggung jawab kepada seluruh Stakeholder untuk menjalankan perusahaan sesuai prinsip Good Corporate Governance yang baik," demikian dikutip dari pernyataan resmi Panin Bank.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu